Kota Malang, blok-a.com – Pengusaha asal Kota Malang Alexander Tantono (40) berhasil adaptasi dengan teknologi digital.
Dulunya dia adalah sales mulai dari Sulawesi, hingga Kalimantan.
Kini dia menjadi pengusaha pakaian bayi online bernama GLBabynKids. Omzetnya kini capai ratusan juta per bulan.
Kisahnya bermula pada tahun 2009. Pasca kuliah, dia menjadi sales. Jalan kaki dari rumah ke rumah, dia menjajakan pakaian bayi.
Pakaian bayi itu diambilnya dari toko dan ia jual door-to-door.
“Dulu saya itu sales dari rumah ke rumah. Mulainya 2009 habis kuliah itu langsung merantau ke Makassar, sampai ke Samarinda,” kata dia ditemui blok-a.com, Rabu (19/3/2025).
Dia memilih menjadi sales keliling itu karena memang sejak kuliah dia sudah berkecimpung di dunia penjualan.
Sementara, bapak dua anak ini memilih menjual pakaian bayi, karena dia suka bayi atau anak kecil. Selain itu, saingan menjual pakaian bayi kala itu masih sedikit.
“Saya suka memang suka anak kecil. Jadi saya sales keliling waktu itu,” ujarnya.
Anak bungsu dari 3 bersaudara ini menekuni pekerjaan sebagai sales keliling itu cukup lama. Terhitung mulai 2009 dia konsisten keliling menjual baju bayi sampai 2019.
Alexander menjelaskan, saat 2019 itu dia memilih berhenti menjadi sales keliling. Alasannya ada dua. Pertama, cara jualan secara online waktu itu mulai nge-trend.
“Kedua waktu itu Covid-19 itu mulai melanda,” kata dia.
Pulang ke Malang, Jualan Masker
Setelah 10 tahun lebih menjadi perantau, Alexander akhirnya tahun 2019 pulang ke Malang di daerah Kecamatan Sukun.
Dia kala itu, tidak tinggal diam saja. Otaknya berpikir. Karena dia sudah berkeluarga.
Akhirnya dia menangkap peluang dengan menjual masker. Waktu Covid-19 masker jadi primadona.
“Akhirnya saya jual masker. Dan itu lumayan loh banyak pesanan waktu itu,” kata dia.
Selain jualan masker, dia sebenarnya masih menjual baju bayi. Kali ini baju itu dia produksi sendiri.
Namun, penjualan baju bayi saat tahun awal-awal Covid-19 itu cukup lesu. Dia bercerita bisa menjual 15 pcs per hari.
“Dulu itu cuma lima orderan paling saya jual,” kata dia.
Oleh karena itu, saat Covid-19, jualan masker masih menjadi andalannya.
Pandemi Mereda, Langsung Jualan Online Pakaian Bayi
Alexander masih menunjukkan bekas masker di rumah produksinya yang belum terjual.
Masker itu mempunyai beragam warna dan berada di sebuah plastik, menumpuk.
Masker itu sudah tak lagi dijualnya semenjak banyak yang sudah memproduksi masker.
“Dan juga Covid-19 juga sudah mulai meredah. Jadi sulit,” kata dia.
Alexander tak lelah berpikir untuk tetap bisa mendapat uang dari jualan. Akhirnya dia masih bertahan dengan jualan bayi dan muncullah GLBabynKids.
Bedanya, kini dia mempelajari secara serius bagaimana cara berjualan secara online, yakni Shopee. Bagaimana toko-nya di Shopee itu bisa mendapat banyak pelanggan dan visibilitasnya tinggi.
Akhirnya, dia mulai belajar ke rekan-rekannya yang sudah sukses terlebih dulu dalam berjualan. Bagaimana strategi mereka, apa yang harus dilakukan dalam berjualan online, ia lahap semua pelajaran itu.
“Awalnya saya belajar, 5 sampai 10 toko orang lain saya lihat,” kata dia.

Hasilnya, Alexander menemukan benang merahnya. Dia harus mengikuti program-program Shopee. Contohnya adalah iklan berbayar, afiliate marketing solution, program termurah, hingga campaign tanggal kembar.
“Ternyata itu mendongkrak memang,” jelasnya.
Hasilnya, dalam beberapa waktu belakang, Alexander yang awalnya hanya punya 3 karyawan bekas pembuat masker, kini dia punya belasan karyawan.
“Dan sekarang saya bisa mengirim 200-300 an pcs lewat market place per hari,” kata dia.
Bahkan, dia kini di momen tertentu seperti tanggal kembar, dia bisa memperkerjakan penjahit dari luar untuk memenuhi pesanan pakaian bayi.
“Kalau ramai saya juga memakai penjahit dari luar. Sekitar 5 orang,” jelasnya.

Selain mengikuti program Shopee, dia sendiri juga mempertahankan kualitas dan trend kekinian. Harganya juga bersaing, dengan harga termurah Rp 19 ribu. Motifnya pun juga beragam.
Kualitas ini perlu dipertahankan, karena saat ini di market place online banyak saingan yang menjual baju bayi juga.
“Kalau di kami semuanya itu katun. Jadi dingin dan enak dipakai di bayi,” jelasnya.
Dia juga dalam momen jelang Lebaran ini, juga membuat desain-desain bernuansa Islam. Desain itu ternyata laku keras.
“Iya ada peningkatan jelang Lebaran 2 sampai 3 kali lipat di hari biasa. Yang banyak di pesan memang yang desain Islam seperti ini,” kata dia.
Kini, Alexander pun telah mencapai apa yang diimpikannya. Dia mempunyai usaha yang ia suka.
Kadang ia tersenyum sendiri, saat melihat foto review pembeli GLBabynKids di akun market place-nya. Apalagi produk-nya ini juga telah dibeli di sejumlah daerah. Paling jauh, yakni Aceh.
“Ya senang produk saya dipakai oleh anak-anak atau bayi mereka. Itu saya puas,” tutupnya. (bob)









