Pedestrian Zona 3 Kajoetangan Heritage Digarap

Kota Malang, Blok-A.com – Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang, Jawa Timur yang berada di depan Indigo Space Malang tengah dilakukan pembongkaran oleh beberapa pekerja.

Hal itu sebagai tindak lanjut dari pengerjaan fisik zona tiga dari kawasan Kajoetangan Heritage yang dilakukan secara bertahap oleh Pemkot Malang.

Rencananya, akan ada pelebaran dari jalur pedestrian sehingga pengunjung yang datang dapat menikmati kawasan Kampoeng Kajoetangan Heritage lebih leluasa.

Kawasan Kajoetangan Heritage sejak tahun 2021 telah menjadi destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Di sana juga terdapat perkampungan dengan beberapa rumah dengan gaya era kolonial.

Selain itu, pengunjung datang pada malam hari dengan duduk-duduk di bangku yang ada di pedestrian sambil menikmati lampu-lampu bergaya klasik di sekitarnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, sebelumnya pembangunan kawasan Kayutangan Heritage merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan Pemkot Malang. Pengerjaan zona satu dan dua dilakukan oleh pemerintah pusat. Sedangkan, pihaknya melakukan pengerjaan untuk zona tiga dengan target selesai pada tahun 2022 ini.

“Itu memang meneruskan bukan tahapan. Kalau dulu sinerginya proyeknya pusat dan daerah kolaborasi, yang kawasan seluruhnya itu zona satu dan dua adalah pusat dan yang zona tiga adalah kami, plus lampu lampu, targetnya tahun ini,” kata Sutiaji pada Selasa (07/06/2022).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi mengatakan, untuk lebar jalur pedestrian akan diperlebar menjadi sekitar 2,5 meter, dari yang sebelumnya hanya 1,5 meter.

Kemudian, untuk badan jalan dari dua ruas yang ada, setiap ruas memiliki lebar yakni enam meter. “Lebar pedestrian di sepanjang zona tiga Kayutangan Heritage menyesuaikan dengan zona satu dan dua yang telah dibangun sebelumnya,” ucap Plt Kepala DPUPRPKP Kota Malang.

Sesuai rencana awal, pelebaran jalur pedestrian ditargetkan tuntas Agustus mendatang. Sedangkan untuk pengerjaan fisik dari zona tiga hingga tuntas 100 persen, pihaknya membutuhkan waktu hingga 30 November mendatang. Diah menambahkan, pembangunan dibagi pengerjaannya menjadi tiga tahap. Hal itu untuk mengurangi gangguan aktivitas masyarakat yang melintas dan pelaku usaha yang ada di sana.

Sejumlah pekerjaan dilakukan seperti penataan jalur pedestrian, saluran drainase, pengaspalan, dan lainnya. Nantinya, fasilitas pedestrian akan dilengkapi dengan jalur pemandu disabilitas, inlet drainase dan sumur resapan, sistem ducting kabel bawah tanah, serta street furniture.

Untuk street furniture, rencananya akan diletakkan kursi di sepanjang pedestrian. “Ada 26 kursi sanitair, nanti dipercantik juga pedestrian dengan 71 bollard (patok pembatas trotoar) berbentuk bola dan 64 bollard tiang pada area penyeberangan,” ujarnya.(frd)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com