KOTA MALANG – Ekonomi kreatif didedungkan di sekitar proyek Kayutangan Heritage. Kabarnya ada 7 sektor ekonomi kreatif akan digaungkan di sepanjang jalan Kayutangan Heritage atau Jalan Basuki Rahmat Kota Malang itu.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Dr. Ida Ayu Made Wahyuni.
“Jadi nanti di Kayutangan Heritgae akan kami kemas dengan menggelar 7 sektor ekonomi kreatif. Pertama ada fashion, seni pertunjukan, seni kriya, seni lukis, seni tari, dan musik,” kata dia.
Tujuh sektor seni ekonomi kreatif itu rencananya akan diberikan panggung atau tempat pamer di Kayutangan Heritage untuk menggelar event.
Ida pun mengklaim telah mengantongi hampir 400 lebih pegiat ekonomi kreatif.
“Sudah kami datakan di kami dan nanti ada event-event yang diprogramkan untuk mereka,” kata dia.
Ida ingin mengembangkan tujuh ekonomi kreatif khas Kota Malang itu di Kayutangan Heritage agar menyerupai bahkan lebih dari jalan Malioboro Yogyakarta.
“Ya mereka akan berkolaborasi. Namun kami konsepnya nanti pegiat ekonomi kreatif itu tidak akan menetap di sana. Karena jika menetap malah kumuh seperti Malioboro. Nanti berkeliling mereka,” tutur dia.
Ida mengatakan proyek ekonomi kreatif di Kayutangan Heritage itu akan dimulai setelah pembangunan infrastruktur Kayutangan Heritage sudah selesai.
“Belum selesai kan proyeknya masih dalam tahap pembangunan. Nanti kalau sudah selesai nanti pak Wali (Wali Kota Malang, Sutiaji) akan memanggil dinas-dinas yang akan terlibat di dalamnya yang menangani ekonomi kreatifitas dalam hal ini ekonomi kreatif,” tutur dia.
Terpisah, , Ketua Dewan Kesenian Malang (DKM) Bobby Nugroho mengaku rencana Ida cuma sekadar bualan semata.
Sebab, hingga kini pegiat seni di Kota Malang tidak pernah diajak rembuk untuk proyek yang katanya melibatkan seniman Kota Malang itu.
“Kalau pandangan saya soal Kayutangan Heritage juga gak ngerti, karena sosialisasi ke kami juga gak pernah. Jadi ya kami belum punya sikap. Jadi kami tidak bisa bicara lebih jauh terkait adanya event (seni di Kayutangan Heritage),” ujar dia.
Bobby pun menyarankan Ida untuk tidak repot-repot menyiapkan infrastruktur seperti galeri untuk memamerkan karya seni. Sebab, karya seni yang dibuat seniman muda sekarang bisa dipamerkan di mana saja.
“Kalau saya sih saran agar seniman muda dilibatkan, karena barang seni sekarang sudah beda. Kalau dulu kan harus dipajang di galeri, kalau seniman muda sudah tidak ngurus galeri. Semua bisa dipamerkan di beragam media. Seperti seniman yang memamerkan karya seninya di Warung Kopi Legipait. Jadi lebih baik manfaatkan infrastruktur di sana yang sudah ada untuk dijadikan galeri,” kata dia.
Bobby pun menyarankan agar Disporapar lebih fokus untuk merangkul seniman Kota Malang. Alih-alih memikirkan tempat mana yang akan dijadikan untuk menunjukan karya seni para seniman.
“Jadi mungkin lebih bagus kalau fokus ke mewadahi aktifitas para seniman lokal Kota Malang saja,” tutur dia.










Balas
Lihat komentar