Kayutangan Heritage Belum Tergarap, Pokdarwis Sudah Tidak Sabar Mengais Cuan

Pembangunan Kayutangan Heritage
Pembangunan Kayutangan Heritage - Foto: Bob Bimantara

KOTA MALANG – Pembangunan koridor Kayutangan Heritage zona I dan II masih belum tahu kapan dimulainya. Hal ini terlihat dengan tidak kunjung diterapkannya penutupan Jalan Basuki Rahmat.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun mengatakan Pokdawis (Kelompok Sadar Wisata) Kayutangan Heritage tidak sabar menanti selesainya proyek ini.

“Pokdarwis Kayu Tangan Heritage itu tidak sabar agar cepat selesai koridornya karena nanti di sana akan jadi destinasi wisata yang keuntungan untuk warga Kayutangan,” kata Sutiaji.

Politikus Partai Demokrat ini pun mengatakan, setelah selesai pembangunan itu, pedagang atau penjual asongan dilarang untuk berjualan di sekitar koridor atau sepanjang trotoar.

Pasalnya, semua makanan dan minuman akan difokuskan ke dalam Kampung Kayutangan Heritage.

“Lah mereka tidak sabar itu karena nanti ketika diresmikan jadi destinasi wisata kan ramai. Dan wisatawan kalau cari makan harus ke dalam (Kampung). Lah di sini potensi pemasukan bagi warga sekitar,” tuturnya.

Untuk makanan dan minumannya sendiri, Sutiaji juga sudah bersepakat dengan Pokdarwis Kayu Tangan. “Semua yang dijual nanti jajanan lawas seperti mendol, cenil, ketan dan masih banyak lagi. Pokoknya yang menggambarkan jajanan jaman dulu,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Jalan Basuk Rahmat dikabarkan akan dilakukan penutupan pada hari Senin (9/11).

Namun rencana tersebut belum pasti. Satlantas Polres Malang masih menunggu kepastian datangnya pelaksana pembangunan koridor Kayutangan Heritage.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com