Jombang, blok-a.com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, resmi menggelar seremonial pembukaan pada Kamis (27/8/2026) sore.
Pembukaan yang berlangsung di Lapangan Untung Suropati tersebut semula dijadwalkan pada pukul 20.00 WIB. Namun, berdasarkan keputusan panitia, waktu pelaksanaan dimajukan menjadi pukul 15.00 WIB.
Seremonial pembukaan dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta ribuan muktamirin dan undangan dari berbagai daerah.
Di tengah berlangsungnya agenda pembukaan, isu dugaan politik uang turut menjadi perhatian sejumlah peserta Muktamar. Salah satunya disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bengkulu, Dr Rahmat Ramdhani, M.Sos.I.
Saat diwawancara blok-a.com, Rahmat menegaskan, bahwa rombongan PCNU Kota Bengkulu berkomitmen mengikuti seluruh proses Muktamar sesuai aturan dan menolak praktik politik uang.
“Kami berharap Muktamar ini bisa menjadi ajang pemersatu PC-PC yang ada di Indonesia dan juga PC istimewa,” ujar Rahmat saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Muktamar.
Terkait isu politik uang, Rahmat mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dan berkomitmen menjaga soliditas rombongan Bengkulu.
“Insya Allah kami solid, terkoordinir, tidak ada yang memakai money politics. Alhamdulillah, atas saran Rois Syuriah PW dan PC, tidak ada yang menerima,” tegasnya.
Rahmat juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menerima tawaran yang diduga berkaitan dengan dukungan terhadap salah satu kandidat dalam Muktamar.
Menurutnya, tawaran tersebut disampaikan melalui telepon dan pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal.
“Ada yang nawari motor NMax atau mobil Avanza baru dari orang yang mengatasnamakan tim salah satu calon yang tidak bisa saya sebutkan. Cara menawarinya melalui HP, yaitu pesan WhatsApp. Bahkan saya sering mendapat telepon maupun pesan WhatsApp dari nomor baru yang tidak dikenal,” ungkapnya.
Meski demikian, Rahmat memastikan pihaknya tidak menanggapi tawaran tersebut. Ia mengatakan para peserta dari Bengkulu telah mendapatkan arahan dari Rois Syuriah agar tetap berpegang pada aturan dan asas dalam pelaksanaan Muktamar.
“Ada tim sukses dari para calon, tetapi atas saran Rois Syuriah kami tidak menanggapi terkait dengan politik uang yang beredar di Muktamar kali ini,” katanya.
Rahmat menegaskan, terkait pilihan kepemimpinan, setiap peserta diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani.
“Kami tetap satu komando dengan Rois Syuriah. Kami sudah dikumpulkan dengan Rois Syuriah, diberi arahan untuk taat kepada asas dan aturan main yang ada. Masalah pilihan, itu silakan menurut hati nurani masing-masing,” ujarnya.
Dalam Muktamar ke-35 NU kali ini, PCNU Kota Bengkulu mengirimkan rombongan sebanyak 78 orang.
Rahmat berharap seluruh peserta dari Bengkulu dapat mengikuti Muktamar dengan tertib dan menjaga suasana tetap kondusif hingga seluruh agenda selesai.
Lebih jauh, ia berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga membawa perubahan dan perbaikan bagi organisasi.
“Kita berharap ada perubahan dan perbaikan. Kita sayang dengan PBNU dan aspirasi kita yang ada di bawah ini berharap NU lebih teduh dan muktamarnya riang gembira,” pungkasnya.(Sya)










Balas