Muktamar NU ke-35, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam untuk Peziarah

Makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pesantren Tebuireng Jombang tak pernah sepi peziarah (Foto: Istimewa)
Makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pesantren Tebuireng Jombang tak pernah sepi peziarah (Foto: Istimewa)

Jombang, blok-a.com – Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, akan membuka akses makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan para masyaikh pesantren selama 24 jam bagi peziarah selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), 27-31 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kemudahan bagi peserta, peninjau, ataupun tamu Muktamar NU yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan hendak berziarah ke makam Gus Dur serta pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.

Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng, KH Achmad Roziqi, mengatakan pembukaan akses selama 24 jam merupakan bentuk penghormatan sekaligus kontribusi Pesantren Tebuireng dalam menyambut pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

“Kami membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh, karena kami hendak menghormati para muktamirin (peserta muktamar) yang hendak berziarah ke Tebuireng,” ujar KH Achmad Roziqi, Minggu (23/8/2026).

Selama hari biasa, Pesantren Tebuireng memberlakukan pembatasan waktu bagi masyarakat yang hendak berziarah ke makam Gus Dur dan para masyaikh. Pada pagi hingga siang hari, akses ziarah dibuka mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Sementara pada malam hari, peziarah dapat datang mulai pukul 20.00 hingga 02.00 WIB.

Namun, selama rangkaian Muktamar NU ke-35 berlangsung, pembatasan tersebut ditiadakan. Para peziarah dapat datang kapan saja selama 24 jam.

Menurut KH Achmad Roziqi, Pesantren Tebuireng merasa terpanggil untuk turut berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Salah satunya dengan memberikan ruang kepada para muktamirin dan warga Nahdliyin untuk berziarah.

Dengan kebijakan tersebut, peserta muktamar tidak harus menyesuaikan waktu ziarah dengan jadwal persidangan maupun agenda muktamar lainnya.

“Dengan kebijakan ini para muktamirin dapat datang kapan saja untuk berziarah ke makam Gus Dur dan Muassis Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari,” jelasnya.

Pembukaan akses selama 24 jam juga dilakukan dengan mempertimbangkan potensi meningkatnya jumlah peziarah selama Muktamar NU ke-35.

Pesantren Tebuireng memperkirakan gelombang warga Nahdliyin dari berbagai daerah akan berdatangan ke Jombang. Sebagian di antaranya diperkirakan menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Gus Dur dan para masyaikh Tebuireng.

Pengalaman saat peringatan 1 Abad NU di Sidoarjo menjadi salah satu pertimbangan. Ketika itu, jumlah peziarah yang datang ke Tebuireng mengalami peningkatan cukup tajam.

“Oleh karena itu, insyaallah selama muktamar nanti ziarah akan dibuka 24 jam. Tidak ada waktu yang dilarang untuk berziarah,” ungkap KH Achmad Roziqi.

Meski akses dibuka sepanjang hari, pihak pesantren tetap menyiapkan sejumlah langkah pengaturan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun aktivitas peziarah yang berpotensi menimbulkan kemacetan di sekitar kompleks Tebuireng. Salah satunya dengan mengatur jalur masuk peziarah melalui pintu belakang pesantren.

“Kami akan menata dan menyusun lagi bagaimana detailnya untuk kedatangan para peziarah ke Pesantren Tebuireng,” katanya.

Selain pengaturan jalur, pihak pesantren juga akan memperkuat pengamanan selama 24 jam. Petugas keamanan akan disiapkan secara bergantian untuk membantu mengatur arus kedatangan dan kepulangan peziarah.

“Di antaranya nanti akan kami kerahkan security yang akan 24 jam bergantian menjaga untuk kelancaran para peziarah yang hadir di Tebuireng,” ujarnya.

Pengaturan tersebut dilakukan agar tingginya aktivitas ziarah selama Muktamar NU tidak mengganggu kegiatan utama pesantren, terutama proses belajar dan mengaji para santri.

“Kehadiran para Nahdliyin untuk berziarah tidak mengganggu kegiatan santri saat belajar dan ngaji,” pungkasnya.

Pembukaan akses makam selama 24 jam ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para peserta dan warga Nahdliyin yang ingin berziarah, sekaligus menjaga aktivitas Pesantren Tebuireng tetap berjalan secara tertib selama momentum Muktamar NU ke-35 di Jombang.(Sya)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu lingkungan hidup, hukum dan kriminal, sosial, politik, dan peristiwa terkini di Kabupaten/Kota Mojokerto, dan Jombang.