12 Jembatan Garuda Resmi Dibangun di Mojokerto, Perkuat Akses Antarwilayah dan Dorong Ekonomi Warga

Bupati Mojokerto bersama Danrem 082/CPYJ dan Ketua DPRD sedang persiapan potong pita dalam acara Peresmian Jembatan Garuda.(foto: Blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Bupati Mojokerto bersama Danrem 082/CPYJ dan Ketua DPRD sedang persiapan potong pita dalam acara Peresmian Jembatan Garuda.(foto: Blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, Blok-a.com – Sebanyak 12 Jembatan Perintis Garuda telah dibangun di Kabupaten Mojokerto sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas serta membuka akses masyarakat antardusun dan antardesa.

Peresmian Jembatan Perintis Garuda tersebut dilakukan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui konferensi video dari Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (13/8/2026).

Secara nasional, peresmian tersebut mencakup 3.395 Jembatan Garuda dan 3.000 titik sumber air bersih yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Di Kabupaten Mojokerto, prosesi peresmian dipusatkan di Jembatan Armco Perintis Garuda, Dusun Sumberbendo, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal.

Kegiatan tersebut dihadiri Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara, didampingi Kasdim 0815/Mojokerto Mayor Inf Suwadi yang mewakili Dandim 0815/Mojokerto.

Turut hadir Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh, perwakilan Polres Mojokerto, Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Pengadilan Negeri Mojokerto, serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk memastikan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah yang jauh dari pusat perkotaan, memperoleh akses dan kualitas hidup yang layak.

“Negara hadir untuk rakyat yang paling terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” tegas Prabowo.

Menurut Presiden, keberadaan infrastruktur seperti jembatan memiliki peran penting dalam memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat. Selain memperlancar mobilitas, pembangunan jembatan juga membuka akses terhadap berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

Prabowo turut mengapresiasi semangat gotong royong antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

“Ini kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersatu, bangsa yang gotong royong, bangsa yang mampu menggali kekuatan kita sendiri untuk bekerja sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kebaikan rakyat,” ujarnya.

Di Kabupaten Mojokerto, 12 Jembatan Perintis Garuda yang telah dibangun terdiri atas satu jembatan Armco, dua jembatan gantung, dan sembilan jembatan beton.

Pembangunan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Terutama dalam memperlancar mobilitas warga serta menghubungkan wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.

Keberadaan jembatan tidak hanya mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga diharapkan memperlancar kegiatan ekonomi, pendidikan, sosial hingga akses terhadap pelayanan publik.

Dengan konektivitas yang semakin baik, masyarakat di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau diharapkan memiliki akses yang lebih luas untuk mengembangkan potensi ekonomi maupun aktivitas produktif lainnya.

Usai mengikuti peresmian secara virtual, jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto kemudian meninjau langsung Jembatan Armco Perintis Garuda di Desa Sumbertebu.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penebaran sebanyak 1,5 kuintal bibit ikan lele. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan potensi perairan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap keberadaan 12 Jembatan Perintis Garuda dapat semakin memperkuat konektivitas antarwilayah.

Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi akses baru bagi masyarakat untuk meningkatkan mobilitas, membuka peluang ekonomi, memperluas aktivitas sosial, serta mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

Dengan semakin terbukanya akses antardusun dan antardesa, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pemerataan pembangunan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto.(Sya)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com