Mojokerto, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Baznas Microfinance Masjid (BMM) di Masjid Baitul Manshur, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kamis (19/9/2025).
Program ini hadir sebagai terobosan baru untuk memperkuat ekonomi umat berbasis masjid sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat peradaban.
Dalam peluncuran tersebut, Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian atau Mas Rizal, menyerahkan bantuan modal usaha senilai Rp150 juta kepada 53 warga penerima manfaat.
Bantuan diberikan dalam bentuk permodalan produktif yang ditujukan untuk memperbesar usaha mikro dan ultra mikro agar lebih mandiri dan berdaya saing.
“Program ini bukan sekadar bantuan dana, tetapi mengembalikan ruh masjid sebagai pusat tumbuhnya ukhuwah dan ekonomi umat. Di masa Rasulullah SAW, masjid adalah pusat keputusan penting dan ekonomi. Semangat itu ingin kita hadirkan kembali di Mojokerto,” ujar Mas Rizal dalam sambutannya.
Ia menegaskan, dana yang diberikan merupakan amanah yang harus dikelola dengan bijak, bukan hadiah yang bisa dihabiskan.
Para penerima manfaat didorong memanfaatkannya untuk memperkuat usaha, membeli bahan baku, memperbaiki alat produksi, atau menambah inovasi produk.
“Gunakan dana ini secara produktif, jangan konsumtif. Jadikan sebagai langkah awal untuk bangkit dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pesannya.
Menurutnya, Program BMM diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada praktik pinjaman berbunga tinggi (rentenir) sekaligus memberikan akses permodalan yang sehat dan halal.
Dengan begitu, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Mas Rizal juga mendorong agar program ini bisa direplikasi ke desa-desa lain di Mojokerto. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekonomi umat, mengingat pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada APBD.
“Bayangkan jika seluruh masjid di Mojokerto aktif menggerakkan ekonomi. Kita akan memiliki basis ekonomi umat yang kuat, mandiri, dan berdaya saing. Insyaallah, Mojokerto akan semakin sejahtera,” katanya optimistis.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama, seraya berharap program ini berjalan lancar, penuh keberkahan, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Mojokerto.(sya/lio)










Balas
Lihat komentar