Blok-a.com – Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan paket stimulus ekonomi tahun 2025 senilai Rp16,23 triliun pada Oktober 2025. Stimulus ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai target 5,2 persen, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta menyerap tenaga kerja di tengah tantangan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Paket stimulus tersebut mencakup delapan program utama untuk 2025, empat program lanjutan yang akan dilaksanakan pada 2026, dan lima program khusus penyerapan tenaga kerja.
Menkeu Pastikan Defisit Tak Melebar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan stimulus senilai Rp16,23 triliun tidak akan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
“Ditanya soal defisit, kan yang paling besar itu program 2×10 kg bantuan beras sekitar Rp7 triliun. Uang untuk itu sudah tersedia, jadi tidak berarti defisit akan melebar,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Detik, Senin (15/9/2025).
Menurutnya, anggaran stimulus ini lebih diarahkan untuk memaksimalkan pemanfaatan sisa belanja negara pada tahun berjalan.
“Saya bisa memperkirakan besaran penyerapan anggaran tiap tahun. Tahun lalu masih ada sisa, jadi daripada uang itu tidak terserap tiga bulan lagi, lebih baik digunakan untuk program ini,” jelasnya.
Purbaya menilai stimulus tersebut justru berdampak netral bahkan positif terhadap APBN karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan penerimaan pajak.
“Ini adalah langkah optimalisasi anggaran agar bisa memberi dorongan ekonomi tanpa mengubah defisit secara signifikan. Kalau pertumbuhan ekonomi lebih baik, dan asumsi rasio pajak tetap, maka penerimaan pajak juga bisa meningkat lebih cepat. Jadi dampaknya terhadap defisit cenderung netral hingga positif,” pungkasnya.
Bantuan Pangan Jadi Pos Anggaran Terbesar
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa alokasi anggaran terbesar dialokasikan untuk program bantuan pangan sebesar Rp7 triliun.
“Kemudian yang ketiga berupa bantuan pangan, itu juga dilanjutkan untuk 2 bulan, itu untuk 10 kilogram beras di bulan Oktober–November, nanti kita evaluasi untuk bulan berikutnya, bulan Desember. Nah itu, diperlukan dana sebesar 7 triliun,” ujarnya.
Program bantuan pangan tersebut merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang menargetkan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk mendapatkan bantuan beras 10 kilogram per bulan.

Rincian 8 Program Akselerasi 2025
Guna menjaga daya beli dan UMKM, delapan program utama stimulus ekonomi 2025 dari Pemerintah, meliputi:
- Program magang lulusan perguruan tinggi (maksimal fresh graduate 1 tahun) untuk mengurangi pengangguran terdidik
- Perluasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pekerja di sektor terkait pariwisata
- Bantuan pangan periode Oktober-November 2025 senilai Rp7 triliun
- Diskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Bukan Penerima Upah (BPU) transportasi online/ojol (termasuk ojek pangkalan, sopir, kurir, logistik) selama 6 tahun
- Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan
- Program padat karya tunai Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
- Program deregulasi implementasi PP28/2025 untuk mempermudah perizinan usaha
- Program perkotaan (Pilot Project DKI Jakarta) berupa peningkatan kualitas permukiman dan penyediaan tempat untuk gig economy
4 Program Dilanjutkan ke 2026
Sementara, program yang akan dilanjutkan pada 2026 mencakup:
- Perpanjangan jangka waktu pemanfaatan PPh Final 0,5 persen bagi Wajib Pajak UMKM 2026 serta penyesuaian penerima
- Perpanjangan PPh 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata (APBN 2026)
- PPh Pasal 21 DTP untuk pekerja industri padat karya (APBN 2026)
- Diskon iuran JKK dan JKM untuk semua penerima BPU
5 Program Penyerapan Tenaga Kerja
Khusus untuk penyerapan tenaga kerja, Pemerintah juga meluncurkan program khusus, di antaranya:
- Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memberdayakan ekonomi pedesaan
- Replanting di perkebunan rakyat untuk meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan
- Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya pemberdayaan masyarakat pesisir
- Revitalisasi Tambak Pantura untuk mengoptimalkan sektor perikanan budidaya
- Modernisasi kapal nelayan guna meningkatkan produktivitas nelayan
Stimulus ekonomi 2025 ini diarahkan untuk melindungi masyarakat rentan, memperkuat UMKM, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,2 persen pada 2025, naik dari proyeksi sebelumnya sekitar 5,0 persen. (mg1/gni)
Penulis: Rosa Dwi Eliyah (Mahasiswi Magang UTM Bangkalan)










Balas