Gelombang Insiden Keracunan Menu Program MBG, Badan Gizi Gercep Evaluasi

Presiden Prabowo saat meninjau pelaksanaan program makan bergizi gratis di salah satu sekolah.(BPMI Setpres_
Presiden Prabowo saat meninjau pelaksanaan program makan bergizi gratis di salah satu sekolah.(BPMI Setpres_

Blok-a.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah bergulir sejak Oktober 2024. Di antara sejumlah capaian keberhasilan selama pelaksanaan program, tercatat pula sejumlah insiden dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu yang disajikan.

Insiden Keracunan Menu Program MBG

Tak hanya menimpa siswa penerima, dugaan keracunan makanan juga terjadi pada guru dan kepala sekolah di sejumlah daerah. Berikut deretan insiden dugaan keracunan makanan dalam program MBG yang terjadi di sejumlah daerah.

1. SDN Dukuh 03, Sukoharjo, Jawa Tengah

Insiden pertama terjadi pada 16 Januari 2025. Sebanyak 50 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi putih, ayam tepung, oseng wortel dan kol, tahu bacem, buah naga, dan susu.

Beberapa siswa mencium aroma kurang sedap pada ayam yang disajikan. Pihak sekolah segera menghubungi Puskesmas dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk penanganan. Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, dr. Kunari Mahanani, menyatakan bahwa para siswa telah mendapatkan penanganan dan tidak ada yang perlu dirujuk ke rumah sakit.

2. SDN 003 Nunukan Selatan, Kalimantan Utara

Empat hari kemudian, tepatnya pada 20 Januari 2025. Sejumlah siswa SDN 003 Nunukan Selatan, Kalimantan Utara mengalami sakit perut dan diare setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Ketua Komisi 2 DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, melakukan inspeksi mendadak ke sekolah tersebut dan mencatat kurangnya koordinasi antara program MBG dengan Pemerintah Daerah Nunukan.

3. SDN 7 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan

Insiden ini terjadi pada 19 Februari 2025. Delapan siswa dibawa ke Puskesmas setelah mengalami mual dan muntah, diduga setelah menyantap menu MBG. Lauk ikan dalam menu tersebut diduga mengandung ulat atau belatung.

Kapolres setempat yang mendapatkan laporan, langsung turun tangan memeriksa dapur penyedia makanan. Setelah insiden tersebut, Kapolres memutuskan untuk menghentikan sementara Program MBG di Kabupaten Empat Lawang. Sampai penyedia menu MBG bisa memastikan kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan

4. SD Katolik Andaluri, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

Sehari sebelum insiden keracunan makanan menimpa siswa SDN 7 Tebing Tinggi, siswa SD Katolik Andaluri, Sumba Timur juga mengalami kejadian serupa. Sebanyak 29 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah menyantap makanan MBG dan mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut.

Pengelola dapur MBG Sumba Timur, mengatakan bahwa tidak ada indikasi keracunan pada para siswa yang mengalami gejala-gejala tersebut. Akan tetapi, menurutnya, gejala mual, muntah, sakit perut, dan pusing tersebut merupakan reaksi alergi.

5. SDN 2 Alaswangi, Pandeglang, Jawa Barat

Kepala SDN 2 Alaswangi, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten menerima laporan dari orang tua murid pada Rabu, 19 Februari 2025. Dugaannya, 28 siswa yang dilaporkan mengalami pusing, mual, muntah, dan diare usai menyantap menu MBG siang harinya.

Menu MBG pada waktu itu terdiri dari nasi, ayam, buncis, dan sepotong semangka. Menurut laporan, bukan menu utama yang menyebabkan gangguan kesehatan pada siswa, melainkan semangka yang disebut terasa asam.

6. SDN Proyonanggan 5, Batang, Jawa Tengah

Sebanyak 60 siswa mengalami mual dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan program MBG di SDN Proyonanggan 5 Batang, Jawa Tengah. Gejala keracunan muncul saat siswa sudah pulang ke rumah, yang kemudian dilaporkan orang tua siswa ke pihak sekolah.

Mengetahui hal tersebut, pihak sekolah langsung mendatangi beberapa rumah siswa yang terdampak. Sejak itu, pihak sekolah dan dinas kesehatan setempat mewajibkan pemeriksaan makanan MBG sebelum diserahkan ke siswa.

7. SDN 33 Kapisute, Bombana, Sulawesi Tenggara

Berikutnya, 23 April 2025, belasan murid mengalami muntah setelah mencium aroma amis dari paket MBG. Diketahui bahwa paket menu MBG tersebut berisi nasi, chicken karaage, tahu goreng, dan sayur sop.

Kepala sekolah setempat menyatakan bahwa aroma tak sedap berasal dari ayam krispi yang sudah tidak layak konsumsi. Kemudian pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa terdapat 53 dari total 1.026 paket makanan yang dalam kondisi tidak segar.

8. SDN 4 Wonorejo, Jawa Tengah

Sebelum menyerahkan paket menu MBG kepada para siswa, pihak SDN 4 Wonorejo mencicipi makanan terlebih dahulu. Tapi pada 29 April 2025 lalu, guru yang bertugas sedang berpuasa, sehingga digantikan oleh kepala sekolah.

Saat mencicipi makanan, kepala sekolah mendapati menu MBG, yakni daging dan kuah soto terasa hambar dan asam. Kemudian, ia meminta siswa untuk tidak lanjut mengonsumsi menu tersebut. Sayangnya, justru Kepala SDN 4 Wonorejo sendiri yang kemudian mengalami  mual, sakit perut, dan muntah-muntah usai mencicipi menu.

9. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1, Cianjur, Jawa Barat

Senin, 21 April 2025, terjadi insiden siswa mengalami gejala pusing, mual, dan muntah usai mengonsumsi menu program MBG. Kali ini menimpa siswa-siswi MAN 1 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sebagian besar korban dirawat di rumah, puskesmas, dan rumah sakit terdekat, seperti  RSUD Cianjur dan RS Bhayangkara. Sementara sampel makanan juga diuji di laboratorium Dinas Kesehatan Cianjur.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan tiga jenis bakteri dalam wadah makanan, yaitu Staphylococcus sp., Escherichia coli, dan Salmonella sp. Meski demikian, penyebab gejala keracunan masih belum dapat dipastikan.

10. SMPN 35, Bandung, Jawa Barat

Bukan belasan atau puluhan, kali ini ratusan siswa SMP Negeri 35 di Kota Bandung yang kena gejala keracunan menu MBG. Hari Selasa, 29 April, para siswa mengonsumsi paket MBG pada siang hari, meskipun saat itu sudah ditemukan bau tidak enak pada menu. Lalu sore harinya, sebanyak 342 siswa mengeluh diare, mual, hingga muntah-muntah.

Dapur SPPG untuk SMPN 35, selama ini juga melayani pemenuhan paket makanan untuk tiga sekolah lain di Kota Bandung. Di antaranya SD Negeri 24, SD Negeri 189, dan SMA Negeri 19. Namun tidak ditemukan gejala keracunan pada siswa penerima program di tiga sekolah tersebut.

11. SDN dan SMP Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat

Terbaru, setelah siang hari menyantap menu MBG yang terdiri dari daging ayam, sayur, labu, tahu, dan jagung, 24 orang mengalami gejala keracunan pada malam harinya, Jumat, 2 Mei 2025. Masing-masing adalah 4 siswa SDN 2 Rajapolah, 1 siswa TK Persis, 16 siswa SMPN 1 Rajapolah, dan seorang guru SMPN 1 Rajapolah.

23 Korban dirawat di Puskesmas terdekat, dengan 8 orang di antaranya diberi infus. Sedangkan 1 orang lagi dirujuk ke rumah sakit atas permintaan keluarga. Mereka umumnya mengalami gejala, seperti  mual, sakit perut, pusing, sesak dan buang air besar terus menerus.

Langkah Badan Gizi Nasional

Deretan kasus keracunan ini tentunya menimbulkan kekhawatiran pada sejumlah pihak terkait keamanan dan kualitas makanan yang disajikan. Maka dari itu, Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga pelaksana Program MBG, tengah melakukan langkah koreksi guna mencegah terjadinya insiden serupa.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pihaknya akan memperketat prosedur distribusi makanan, mulai dari persiapan, pengantaran, penyimpanan, dan penyerahan. Berikut lima poin yang akan dilakukan BGN untuk mengoptimalkan prosedur distribusi makanan bergizi gratis:

  1. Memperketat protokol keamanan saat proses pengantaran dari dapur ke sekolah.
  2. Membatasi waktu pengantaran maksimal untuk menjaga kualitas makanan.
  3. Memperketat mekanisme distribusi di sekolah, termasuk penyimpanan dan penyerahan kepada siswa.
  4. Menetapkan batas toleransi waktu antara makanan diterima dan harus segera dikonsumsi.
  5. Menetapkan kewajiban uji tampilan, aroma, rasa, dan tekstur terhadap makanan sebelum dibagikan.

(mg1/gni)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com