Kondisi Jalan di Pasar Gadang Malang Mengenaskan, Rusak dan Tergenang Air

Jalan rusak dan berlubang dikeluhkan oleh Pedagang Pasar Induk Gadang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Jalan rusak dan berlubang dikeluhkan oleh Pedagang Pasar Induk Gadang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Kondisi jalan yang rusak dan berlubang di kawasan Pasar Induk Gadang Kota Malang menuai keluhan dari para pedagang. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut ini tidak hanya mengganggu aktivitas bongkar muat barang dagangan, tetapi juga berdampak pada keselamatan pengendara dan menurunnya jumlah pembeli.

Berdasarkan pantauan blok-a.com pada Selasa (8/4/2025) sore, genangan air tampak memenuhi lubang-lubang jalan di sekitar pasar. Aspal yang mengelupas memperburuk kondisi tersebut, membuat kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati.

Jalan rusak dan berlubang dikeluhkan oleh Pedagang Pasar Induk Gadang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Jalan rusak dan berlubang dikeluhkan oleh Pedagang Pasar Induk Gadang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Situasi ini kerap menimbulkan kemacetan, terutama saat kendaraan besar seperti truk dan mobil pikap berhenti untuk aktivitas distribusi barang dagangan.

Yunas, seorang pedagang pisang, mengaku geram karena jalan menuju lapaknya kerap tergenang banjir saat musim hujan. Ia menyampaikan bahwa genangan air sering menutupi seluruh permukaan jalan, menyulitkan akses pembeli maupun pedagang.

“Kalau musim hujan seperti ini banjir. Dari arah barat sampai di depan lapak saya ini banjir. Jalan itu tidak kelihatan tergenang air semua,” katanya.

Yunas menyebut kecelakaan tunggal sering terjadi saat malam hari. Ia mengatakan bahwa banyak pengendara motor terjatuh karena tidak menyadari jalanan berlubang di depannya.

“Kalau malam itu sering motor terjatuh disini. Dikiranya jalannya mulus, ternyata seperti yang samean lihat sendiri,” tambahnya.

Kondisi ini, menurutnya, sangat memprihatinkan karena pedagang setiap hari tetap membayar retribusi pasar. Namun, tidak ada tindakan nyata dari Pemerintah untuk memperbaiki jalan yang rusak. Ia berharap Pemerintah segera turun tangan agar aktivitas perdagangan kembali lancar dan pembeli merasa nyaman.

“Tarikan disini dua kali, pagi Rp 4 ribu siang Rp 4 ribu. Tapi jalan tetap kayak gini. Harus diaspal lagi, diperbaiki. Biar jualan juga lancar, pembeli senang kalau datang kesini,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan oleh Bu Sunarsi, pedagang warung di pasar yang sama. Ia mengungkapkan bahwa beberapa pedagang bahkan pernah secara swadaya membeli semen untuk menambal jalan, namun hasilnya tidak bertahan lama karena terkikis air hujan.

“Tidak terlalu rusak ini pernah saya tembel sama semen pakai dana sendiri. Tapi karena kena hujan ya rusak lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi jalan yang dibiarkan rusak selama lebih dari setahun terakhir telah berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung pasar, yang otomatis memengaruhi pendapatan pedagang.

“Kalau jalannya rusak pengunjung males kesini. Pemasukan juga berkurang,” jelasnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com