Sidoarjo, blok-a.com – Diduga akibat dampak pencemaran dari aktivitas produksi perusahaan, tanaman padi milik petani Desa Bakalan Wringinpitu, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo terancam rusak dan gagal panen.
Sekitar delapan ancer (hamparan) sawah blok Mbah Buyut yang baru turun tanam, diketahui berubah warna menjadi kuning kecoklatan, diduga akibat pencemaran bahan kimia kegiatan industri.
Menurut Mustakim, tokoh petani desa setempat mengatakan, bahwa melihat ciri-ciri fisik dari tanaman padi yang ada di lokasi, daunnya berubah menjadi kuning dan kering seperti bekas terbakar.
“Saya pastikan tanaman padi tersebut rusak dan tidak akan menghasilkan padi. Karena daunnya sudah kering kecokelatan seperti habis terbakar,” ungkap Mustakim, Rabu (12/2/2025).
Melihat dari ciri fisik, daunnya seperti ditumbuhi jamur. Terjadi perbedaan fisik daun yang mencolok bila dibandingkan dengan daun padi normal. Tanamannya keriput mirip seperti usai dimakan ulat daun. Indikasinya seperti terkena sejenis HCL, Sulfat atau Soda.
Mustakim menambahkan, jika kejadian ini diketahui Dinas Lingkungan Hidup, dipastikan perusahaan tersebut akan mendapat sanksi berat.
Ketua BPD Desa Bakalan Wringinpitu, Supriyo, membenarkan lahan pertanian sekitar satu hektare di lokasi tersebut rusak parah diduga dampak dampak pencemaran industri.
“Kuat dugaan lahan milik petani kurang lebih sekitar satu hektare mengalami gagal tanam. Dugaan sementara akibat dari pencemaran salah satu pabrik yang ada di Bakalan Wringinpitu,” ungkap Supriyo.
Atas kejadian ini, BPD sudah menyampaikan ke pemerintah desa (Pemdes) agar segera menindaklanjuti.
Pemdes juga berencana mengundang perusahaan yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi kepada pemilik sawah terdampak.
Apabila pencemaran yang ditimbulkan itu terbukti, maka perusahaan harus memberikan kompensasi ganti rugi terhadap petani.
Namun bukan soal kewajiban ganti rugi saja. Persoalan lain yang harus diperhatikan oleh perusahaan, adalah pemulihan lahan dari radiasi pencemaran limbah yang ditimbulkan.
“Apalagi produktivitas lahan pertanian merupakan program strategis di bidang ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (fah/kim)








