Kota Malang, blok-a.com – Universitas Insan Budi Utomo (IBU) memunculkan gagasan baru dalam bidang pendidikan. Gagasan ini merupakan loncatan ke depan dalam bidang pendidikan.
Gagasan di dalam dunia pendidikan itu sendiri berupa riset yang dipilih mahasiswa Universitas IBU didasarkan pada pengembangan teknologi terbaru yang berbasis konten.
Artinya, riset-riset yang dihasilkan itu menghasilkan karya yang kreatif, bermanfaat, solutif, dan menyenangkan.
Oleh karena itu, selama dua pekan terakhir, Universitas IBU melatih mahasiswa akhir dengan mempraktikan pendekatan riset dan model termutakhir dalam sebuah workshop bertajuk Riset Berbasis Inovasi dan Pengabdian Berbasis Potensi.
Universitas IBU pun yakin mahasiswanya mampu menghasilkan riset dengan pendekatan konten kreatif itu. Sebab sejak dalam masa pengabdian, mahasiswa Univeristas IBU telah menyelenggarakan model pengabdian masyarakat berbasis potensi (PMBP).
Sejak pengabdian, mahasiswa sudah dilatih untuk melihat peluang atau potensi. Potensi yang didapat di masyarakat bisa beragam untuk ditinhkatkan, mulai dari pendampingan bimbingan belajar, pelatihan, penyuluhan, hingga memberikan jasa.
Rektor Universitas IBU Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si mengaku bahwa hal ini merupakan loncatan ke depan dalam dunia pendidikan.
“Karena perkembangan ilmu saat ini kalah dengan kecepatan kenyataan. Jadi kami ajarkan ke para mahasiswa cara-cara yang dapat melahirkan metodologi pembelajar, metodologi penelitian yang inovatif,” jelas Sam Rektor, sapaan akrabnya.
Sam Rektor pun antusias dengan hadirnya cara riset inovatif ini. Sebab, dia menilai inovasi-inovasi ini penting dilakukan.
“Karena kalau kita lempeng-lempeng saja, kenyataan saat ini selalui mendahului teori,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, bukan hanya riset inovatif saja yang digodog Univeristas IBU, namun juga dengan konsep KKN.
Di Universitas IBU, mahasiswa jika KKN tidak hanya sekadar membikin laporan saja. Mereka didorong untuk memunculkan potensi di daerah tersebut dalam program Pengabdian Masyarakat Berbasis Potensi (PBMP).
“Banyak kegiatan pengabdian hanya tulis-tulis di jalan, padahal bukan itu yang dibutuhkan masyarakat. Kecakapan melihat potensi, baik potensi diri maupun potensi masyarakat.
“Inilah yang digagas di Universitas IBU dengan demikian, kegiatan pengabdian spektrumnya luas dan memberikan dampak nyata,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Puasat Penelitian dan Pengabdian Maysarakat (P2M), Dr. Endang Sumarti, M.Pd menilai workshop yang dikepalainya ini ini cukup efektif untuk mencapai gagasan besar tersebut.
“Perubahan yang cepat harus bisa diadaptasi sehingga kita di perburuan tinggi tidak ketinggalan perkembangan ilmu dan zaman,” tutupnya. (bob)









