Kota Batu, blok-a.com –
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 9 bedak elekrtonik di Pasar Relokasi Kota Batu diduga karena korsleting listrik dari alat pemanas air.
Informasi yang dihimpun dari pedagang Pasar Relokasi Kota Batu, terjadi pemadaman listrik sejak pagi hingga pukul 16.00 . Sedangkan untuk aktifitas pedagang sendiri telah berakhir pada pukul 16.00.
Merespon informasi pedagang, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu, Supriyanto sementara menduga korsleting listrik dari alat pemanas air yang lupa dimatikan.
Kerugian dari kebakaran di pasar relokasi Kota Batu itu pun ditaksir sekitar Rp 250 juta.
Namun pihaknya tetap menunggu hasil olah TKP Polres Batu pada Kamis malam 12 Januari 2023 kemarin.
“Kami melarang pedagang untuk masuk ke lokasi terlebih dahulu. Hingga pihak kepolisian melakukan olah TKP. Kami masih menunggu hasil olah TKP nya,” imbuhnya.
Sekadar informasi, dalam penangananya petugas DPKP Kota Batu mampu memadamkan kebakaran pasar relokasi Kota Batu sekitar 30 menit saat kebakaran. Dari estimasi kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIB.
Diketahui, data sementara untuk kios mengalami rusak berat akibat kebakaran adalah milik Ibu Siti (2 Kios), Bapak Yanto (2 Kios), David (1 Kios), Bapak Saun (1 Kios).
Sementara itu, Plh Wali Kota Batu, Zadim Effisiensi yang turun langsung ke lokasi mengatakan bahwa Pemkot Batu akan menindak lanjuti dengan memindahkan pedagang terdampak kebakaran ke bedak yang kosong.
“Kami akan segera pindahkan, karena masih ada beberapa bedak kosong di pasar relokasi yang bisa digunakan,” katanya.
Zadim juga menegaskan, kemungkinan untuk kios yang terbakar tidak dibangun kembali.
Karena pada 3 bulan mendatang pedagang sudah kembali menempati pasar besar yang telah selesai dikerjakan.
“Hanya barang dagangan pedagang yang menjadi korban, akan kami inventarisir apakah pedagang memiliki asuransi atau tidak. Kemungkinan Pemkot Batu akan akan memberikan bantuan,” pungkas dia. (Doi)










Balas