Hadiri Museum Festival, Amithya Ratnanggrani Dorong Kegiatan Kebudayaan Kota Malang

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggrani (foto: blok-A.com/Putu Ayu)
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggrani (foto: blok-A.com/Putu Ayu)

Kota Malang, blok-A.com – Ketua Komisi D DRPD kota Malang, Amitya Ratnaggrani Sirraduhita, mendorong kegiatan kebudayaan yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang untuk lebih di-boosting kembali, Kamis (13/10/2022).

Dalam kegiatan Museum Festival yang digelar oleh Dikbud Kota Malang, Amitya hadir bersama Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Dalam kesempatannya, Amithya mengatakan DPRD Kota Malang telah mendorong kegiatan kebudayaan kota Malang.

“Kami sudah mendorong lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) dan lain sebagainya, supaya bisa difasilitasi kegiatan-kegiatan bidang kebudayaan yang ada di Dinas Pendidikan untuk di-boosting lagi,” tuturnya saat ditemui di Museum Mpu Purwa.

Menurut Amithya, kegiatan kebudayaan kurang mendapatkan proporsi yang tepat, sedangkan untuk mengolah kebudayaan di Kota Malang perlu adanya kesesungguhan yang maksimal.

Dengan menggelar acara festival museum, menurutnya hal tersebut sebagai bentuk pemantik untuk bisa merangsang kesadaran pengunjung mendatangi museum yang ada di Kota Malang.

“Saya sangat apresiasi acara ini bisa dilaksanakan dengan mengundang beberapa stakeholder yang berkaitan dengan museum dan kebudayaan di dalamnya untuk mendorong dunia pendidikan, peserta didik serta tenaga didik agar bisa aware lagi dengan sejarah,” tutur Amithya.

Dengan digelarnya acara tersebut, ia berpendapat dapat mendongkrak popularitas museum. Ia juga berharap, kedepannya Dikbud dapat membuat inovasi untuk menggandeng seluruh stakeholder pendidikan di kota Malang, misalnya mengagendakan kunjungan ke museum untuk siswa-siswinya.

“Saya yakin agenda kunjungan ke museum itu masuk dalam salah satu yang dipelajari di dalam kurikulum, tentang sejarah, kebudayaan dan seni dan lain sebagainya. Saya pikir semua ada di sini, sebetulnya ini semua terikat ada benang merahnya,” imbuhnya.

Dengan demikian, setelah acara ini berakhir, mereka bisa tahu Kota Malang memiliki potensi yang besar untuk mempelajari sejarah.

Terkait rangkaian acara yang digelar dalam festival ini, menurutnya rangkaian tersebut sangat berimbas untuk perkembangan museum selanjutnya.

Seperti lomba vlogger misalnya, Amithya mengatakan hal tersebut sangat bagus dan berdampak kedepannya, karena dapat diartikan itu merupakan bentuk pemasaran gratis.

Setelah digelarnya acara pemantik seperti ini, Amithya akan terus memantau perkembangan museum apakah sudah benar benar dimaksimalkan untuk koordinasi dengan stakeholder pendidikan.

“Kalau menurut saya sasaran pertama yakni stakeholder pendidikan, mari kita jadikan museum ini tempat bermain untuk bisa mengasah secara akademik dan pengetahuan dari sini, ini merupakan bentuk proses tapi proses juga harus ada progres,” pungkasnya.

Saat disinggung terkait anggaran program bidang kebudayaan, Amithya menyebutkan kurang lebih sebanyak 1 milyar untuk keseluruhan bidang kebudayaan.

(mg2/ptu)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com