Kota Malang, blok-A.com – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang gelar festival museum untuk mengajak generasi muda lebih aware dengan peninggalan sejarah, Kamis (13/10/2022).
Bertempat di museum Mpu Purwa dan Museum Pendidikan kota Malang acara festival tersebut digelar selama 4 hari kedepan. Acara tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa cintai peninggalan sejarah dari bangsa Indonesia terutama untuk milenial kota Malang. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.
“Harapan kita ada jiwa semangat yang mampu tumbuh di kalangan generasi muda yang akhirnya menjadi bekal mereka melaksanakan tugas mereka sebagai anak bangsa,” ungkap Bung Edi sapaan akrabnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Malang, Dian Kuntari, menuturkan kunjungan Museum di Kota Malang mulai meningkat dibandingkan tahun lalu.
“Kalau diukur dengan tahun lalu, ada peningkatan. Menurut data kami dalam tahun ini sebesar 4 ribu hingga 5 ribu per tahunnya,” tutur Dian.
Pengunjung museum pun ia sebutkan kebanyakan dari kalangan muda, bahkan beberapa pengunjung di antaranya datang dari luar kota.
Dalam empat hari kedepan, beberapa rangkaian acara seperti konser musik serta event lomba-lomba untuk Anak SD hingga SMP digelar untuk memeriahkan festival tersebut. Event lomba tersebut di antaranya lomba cerdas cermat, fotographer, vlogger, menggambar dan melukis.
“Sengaja kita selenggarakan di empat hari karena ada beberapa rangkaian acaranya, besok ada semi final cerdas cermat, ada lomba lukis yang materinya adalah beda beda yang ada di museum, serta masih banyak lomba lainnya. Di hari terakhir kita akan datangkan coldiac,” paparnya.
Di akhir, Dian pun mengatakan akan ada koleksi menarik di Museum Pendidikan Kota Malang. Dikbud sedang melakukan hunting ke sekolah-sekolah untuk mengumpulkan dokumen-dokumen lama.
“Kita sedang penataan sejarah pendidikan di Kota Malang, kita sedang hunting dan menelusuri ke sekolah-sekolah jika mereka memunyai dokumen-dokumen lama akan dihibahkan ke kami, dan sudah beberapa sekolah merespon kita,” pungkasnya.
Sedangkan di museum Mpu Purwa, Dian mengatakan akan memaksimalkan koleksi yang ada. Sebanyak 300 hingga 400 koleksi yang terpasang di museum Mpu Purwa, dan beberapa di antaraya belum terpasang.
(mg2/ptu)










Balas
Lihat komentar