UMM Kukuhkan Dua Guru Besar FKIP, Sebagai Bentuk Kontribusi Bangsa

UMM Pendidikan FKIP Guru Besar
Pengukuhan Guru Besar UMM, Selasa (11/10/2022) (blok-A/Defrico Alfan)

Kota Malang, blok-A.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengukuhan guru besar baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), sebagai bentuk kontribusi keilmuan bagi bangsa, Selasa (11/10/2022).

Bertajuk “Membumikan Matematika dan Biologi, Upaya Peningkatan Logika Analitik dan Kesehatan Reproduksi”, UMM mengukuhkan dua guru besar yaitu :

  1. Prof. Dr. Dwi Priyo Utomo, M.Pd sebagai Professor Bidang Pendidikan Matematika
  2. Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si sebagai Professor Bidang Biologi Reproduksi

Bertempat di Theatre Dome UMM, acara tersebut dibuka oleh Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, sebagai sambutan hangat bagi para tamu yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Fauzan menjelaskan bahwa kedua guru besar tersebut, memiliki etos dan kerja keras yang sangat tinggi.

“Ini membuktikan bahwa keduanya sangat berdedikasi terkait keilmuan yang digeluti,” tuturnya.

Sebagai pembuka, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si menuturkan bahwa ia sangat bersyukur mendapatkan gelar tertingginya selama hidup.

“Hidup itu perjuangan, Saya berdiri sendiri, ini merupakan rezeki. Semoga saya bisa meningkatkan dedikasi yang lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Dalam pengukuhan tersebut, masing-masing memaparkan orasi ilmiahnya. Susetyarini menyampaikan orasi mengenai “Beluntas dan Antifertilitas Serta Implementasinya dalam Pembelajaran”.

“Penelitian ini telah melalui uji prekinis ke hewan coba tikus putih jantan yang menunjukan bahwa pemberian bubuk daun beluntas berkhasiat sebagai antifertilitas. Hal tersebut juga ditunjukkan dari hasil screening DNA mitokondria spermatozoa,” imbuhnya.

Di sisi lain, Prof. Dr. Dwi Priyo Utomo, M.Pd. menyampaikan orasinya terkait “Mengembangkan Pemahaman Relasional Siswa: Mengutamakan Pengetahuan Konseptual atau Prosedural?”.

Priyo mengawali dengan penjelasan tentang pemahaman relasional. Menurutnya, pemahaman relasional adalah pemahaman siswa terhadap prosedur yang akan digunakan dan alasan mengapa prosedur tersebut digunakan untuk memecahkan masalah.

“Pemahaman relasional membantu siswa membangun skema untuk menghubungkan ilmu yang sudah mereka ketahui dengan pengetahuan yang baru. Pengembangan ide-ide dalam memecahkan soal matematika juga berangkat dari sana,” ungkapnya.

Menariknya, nuansa akademik dalam acara itu semakin kental dengan adanya peluncuran lima Center of Excellence (CoE) dan Pusat Studi.

Pertama, CoE Konsultan Pendidikan dari Prodi PGSD. Kedua, CoE Media dan Animasi Pendidikan Digital dari Prodi Pendidikan Matematika. Ketiga, English for Hospitality dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Keempat, CoE Entrepreneur Perbukuan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Kelima, CoE Sekolah Wisata Sejarah Digital dari Prodi PPKN.
(rco)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com