Mengenal Yadnya Kasada, Ritual Sakral Masyarakat Tengger di Kawah Bromo

Ilustrasi: ritual masyarakat Suku Tengger di Kawah Bromo (foto: explorebromo.com)
Ilustrasi: ritual masyarakat Suku Tengger di Kawah Bromo (foto: explorebromo.com)

Malang, Blok-a.com – Kabar penutupan sementara kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 10–13 Juni 2025 menjadi perhatian. Penutupan ini dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Yadnya Kasada, upacara adat yang sangat sakral bagi Suku Tengger. Bagi masyarakat Tengger, ritual tahunan ini adalah wujud penghormatan tertinggi kepada leluhur dan Tuhan.
Mengenal Lebih Dekat Yadnya Kasada

Yadnya Kasada, atau Kasodo, merupakan upacara keagamaan tahunan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan spiritual masyarakat Tengger yang tinggal di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur. Tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun ini biasanya dilaksanakan pada malam ke-14 hingga dini hari tanggal 15 bulan Kasada dalam kalender Hindu Tengger, yang umumnya bertepatan dengan bulan Juni atau Juli dalam kalender Masehi.

Ritual Yadnya Kasada

Yadnya Kasada memiliki makna mendalam sebagai ungkapan syukur dan persembahan kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan roh para leluhur. Asal usul tradisi ini terkait erat dengan legenda Roro Anteng dan Joko Seger, pendiri kerajaan Tengger yang lama tidak dikaruniai keturunan. Setelah bermeditasi di Gunung Bromo dan memohon kepada dewa, mereka dikabulkan permintaannya dengan syarat mengorbankan anak bungsu mereka dari 25 anak yang lahir ke kawah gunung sebagai wujud pengorbanan.

Saat tiba waktunya, mereka menepati janji. Anak bungsu mereka, Raden Kusuma, dengan rela mengorbankan diri ke dalam kawah. Sebelum menghilang, ia berpesan agar masyarakat mengadakan persembahan tahunan ke kawah sebagai tanda penghormatan dan rasa syukur. Inilah yang menjadi cikal bakal pelaksanaan Yadnya Kasada.

Rangkaian ritual Yadnya Kasada dimulai di Pura Luhur Poten, tempat suci umat Hindu Tengger di lautan pasir Gunung Bromo. Di sana, para dukun adat dan masyarakat Tengger berkumpul untuk melakukan sembahyang dan upacara adat.

Setelah ritual di pura selesai, masyarakat membawa berbagai persembahan seperti hasil bumi, ternak, uang, dan makanan tradisional. Persembahan ini kemudian diarak menuju kawah Gunung Bromo dan dilemparkan ke dalamnya sebagai simbol pengorbanan dan penghormatan kepada Tuhan dan leluhur.’

Uniknya, saat ritual berlangsung, ada pula warga non-Tengger yang menunggu di bawah kawah dengan harapan dapat menangkap persembahan yang dilempar, karena dipercaya membawa berkah.

Jadwal Penutupan TNBTS

Terkait adanya perayaan tersebut, balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan kawasan wisata Bromo selama empat hari. Mulai dari Selasa, 10 Juni hingga Jumat, 13 Juni 2025. Penutupan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi pelaksanaan upacara Yadnya Kasada secara khusyuk. Tahapannya adalah sebagai berikut:

  • 10–11 Juni 2025: Kawasan dikhususkan untuk prosesi upacara Yadnya Kasada yang hanya diikuti oleh masyarakat Tengger.
  • 12–13 Juni 2025: Dilakukan pembersihan kawasan sebagai bagian dari pemulihan dan penghormatan setelah upacara.

Pengumuman ini ditujukan kepada wisatawan dan pelaku jasa wisata agar tidak beraktivitas di kawasan Bromo selama periode tersebut demi kelancaran dan ketertiban upacara sakral. (mg3/gni)

Penulis: Kun Lang Ragil (mahasiswa magang STIMATA)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com