Jejak Sejarah Persebaran Agama Kristen di Malang Raya, Diperkirakan Sekitar Tahun 1767

GKI Bromo salah satu gereja tua di Kota Malang (foto : travelmalang)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Dalam sejarah panjangnya, tercatat bahwa Kota Malang mengalami perubahan dinamika keberagaman keagamaan. Salah satunya adalah aliran agama Kristen, baik aliran Protestan maupun Katolik, yang turut menorehkan jejak yang unik dalam perjalanan sejarah Kota Malang.

Seiring dengan perkembangan zaman, penyebaran agama Kristen tidak terjadi secara instan, melainkan melalui rentetan peristiwa yang membentuk kerangka keberagaman agama di kawasan Malang Raya. Berikut ini adalah jejak sejarah persebaran agama kristen yang dikumpulkan di berbagai sumber.

Pada abad ke-18, sekitar tahun 1767, agama Kristen mulai memasuki Malang Raya bersamaan dengan perluasan kekuasaan Belanda. Awalnya, agama Kristen cenderung eksklusif, hanya tersebar di kalangan tertentu.

Awalnya agama kristen dipeluk oleh prajurit dan pegawai penjaga benteng pertama yang didirikan di utara Sungai Brantas, dan benteng kedua di selatan alun-alun kota atau Alun-Alun Merdeka Kota Malang.

Perlahan namun pasti, Kristen Protestan mulai merambah keluar dari benteng. Hal itu seiring dengan perkembangan pemukiman orang Eropa memasuki abad ke-18. Ajaran Kristen pun tidak hanya diterapkan di kalangan elit, tetapi juga diajarkan kepada para pembantu rumah tangga keluarga Eropa. Pada tahun 1830-an, kristenisasi semakin terbuka, mencapai wilayah Talun, Tongan, dan Sawahan, yang pada masa itu dikenal sebagai Loji Selatan.

Kedatangan orang Eropa ke Kota Malang juga membawa visi kristenisasi. Beberapa di antaranya adalah beberapa negara seperti Inggris, Perancis, dan Jerman, yang membawa ajaran Kristen Katolik. Kristen Katolik mulai dianut lebih luas, bahkan hingga ke wilayah selatan dan timur Malang Raya, termasuk Sitiarjo hingga Sendang Biru.

Pada awal abad ke-20 Masehi, Malang Raya mengalami stabilitas sosial ekonomi yang berdampak positif pada pertumbuhan agama Kristen. Demografi yang meningkat pada periode tersebut, di mana Malang menjadi tujuan pendatang, turut menyuburkan pertumbuhan Kristen di wilayah ini.

Dalam perkembangan selanjutnya, agama Kristen Protestan dan Katolik tidak hanya menyebarkan ajaran agama, tetapi juga membentuk berbagai yayasan di bidang pendidikan dan kesehatan. Ini menciptakan dampak positif dalam aspek sosial budaya masyarakat Malang Raya. (mg2/)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com