Bulan Ramadan, Kayutangan Heritage Alami Penurunan Pengunjung

Pintu masuk menuju kawasan Kayutangan Heritage (blok-a.com / M Berril Labiq)
Pintu masuk menuju kawasan Kayutangan Heritage (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Memasuki hari ke-10 bulan Ramadan, destinasi wisata di Kota Malang alami penurunan pengunjung. Salah satunya dialami kawasan Kayutangan Heritage yang menjadi ikon kota ini.

Hal itu sangat kontras dibandingkan dengan penuh sesaknya pasar takjil yang berada di sudut-sudut Kota Malang seperti Jalan Surabaya, Jalan Sorkarno-Hatta hingga kawasan Kidul Pasar atau Jalan Prof Moh Yamin. Di kawasan itu, banyak pengunjung berdatangan untuk memilih menu untuk berbuka puasa.

Ketua Pokdarwis Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati menjelaskan untuk bulan Ramadan kali ini pihaknya mengalami penurunan pengunjung dibandingkan tahun lalu.

“Dari penjualan tiket turun, yang tahun lalu tidak dicatat harian. Belum bisa menyimpulkan sebenarnya, hitungannya satu bulan penuh. Cuma sepuluh hari ini terasa banget sepi,” ujar Mila kepada blok-a.com.

Tidak hanya pada bulan Ramadan tahun lalu, tingkat pengunjung juga mengalami penurunan dibandingkan hari biasa sebelum Ramadan. Mila menjelaskan, penurunan pengunjung mencapai sekitar 20 persen.

“Jauh penurunan pengunjungnya. Kalau hari biasa sekitar 300 per hari. Kalau bulan puasa ini sekitar 100 orang yang datang kesini,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa faktor menjadi alasan turunnya jumlah pengunjung yang datang di Kayutangan Heritage di bulan Ramadan. Salah satunya masyarakat lebih memilih menghabiskan waktu untuk “war takjil” dibandingkan menghabiskan waktu ke tempat wisata.

“Mungkin faktor hujan juga berpengaruh. Selain itu mungkin masyarakat berfikiran puasa-puasa kok ke tempat rekreasi,” ujarnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.