Mojokerto Target 10 Besar di Porprov Jatim IX, Ning Ita Lepas 697 Kontingen

Wali Kota Mojokerto ketika melepas atlet Porprov di GOR Seni Majapahit.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Wali Kota Mojokerto ketika melepas atlet Porprov di GOR Seni Majapahit.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melepas sebanyak 697 kontingen Kota Mojokerto yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025.

Prosesi pelepasan berlangsung di GOR Seni Majapahit, Kamis (11/6/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-107 Kota Mojokerto.

Dalam sambutannya, Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita meminta para atlet dan ofisial menjadikan keikutsertaan mereka sebagai momentum membanggakan bagi kota.

“600 lebih orang dari atlet dan official berlaga untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya medali yang akan dipersembahkan untuk Kota Mojokerto. Ini akan menjadi kado terindah bagi ulang tahun kota,” ujarnya.

Kota Mojokerto mengirim 510 atlet yang akan turun dalam 42 cabang olahraga dari total 64 cabor yang dipertandingkan di Porprov Jatim IX. Ajang ini akan digelar di kawasan Malang Raya pada 28 Juni hingga 5 Juli mendatang.

Optimisme Ning Ita tak lepas dari tren prestasi kontingen Kota Mojokerto dalam gelaran Porprov sebelumnya. Pada 2019, Mojokerto menempati posisi ke-34. Peringkat itu naik ke posisi 20 pada 2022, dan pada 2023 berhasil menembus posisi ke-16.

“Tahun ini kami menargetkan masuk 10 besar. Ini bukan ambisi kosong, tetapi didasari atas tren peningkatan yang konsisten,” kata Ning Ita.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap peningkatan prestasi, Pemerintah Kota Mojokerto menggelontorkan dana hibah sebesar Rp6,5 miliar untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mojokerto pada 2025. Angka ini naik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Peningkatan anggaran ini harus sejalan dengan peningkatan prestasi. Ini bentuk komitmen kami terhadap pembinaan atlet. Bibit-bibit unggul yang dimiliki Kota Mojokerto harus menjadi aset daerah, bukan direbut daerah lain,” kata Ning Ita.

Penyerahan secara simbolis dilakukan melalui pemakaian jaket kontingen dan kartu tanda peserta oleh Wali Kota kepada perwakilan atlet.

Simbol itu sekaligus menjadi tanda semangat dan kesiapan bertanding demi mengharumkan nama daerah.

Di luar target medali, tantangan lain yang dihadapi Kota Mojokerto adalah mempertahankan talenta lokal agar tak pindah ke daerah lain.

Sejumlah daerah diketahui aktif merekrut atlet potensial dengan iming-iming fasilitas dan insentif lebih besar. Hal ini menjadi perhatian serius KONI dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga setempat.

“Kami dorong penguatan pembinaan sejak usia dini, termasuk kerja sama dengan sekolah dan klub olahraga lokal. Harus ada kebanggaan menjadi atlet Mojokerto,” ujar salah satu pengurus KONI yang enggan disebutkan namanya.

Dengan kombinasi strategi pembinaan dan peningkatan dukungan anggaran, kontingen Kota Mojokerto diharapkan dapat membawa pulang lebih banyak medali dan sekaligus memperkuat identitas olahraga daerah.(sya/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com