KOTA MALANG – Hampir satu tahun pandemi berlangsung, liga sepakbola Indonesia masih mandeg. Liga 1 2020 dihentikan sejak Maret 2020 untuk mencegah persebaran Covid-19. Berhentinya kompetisi membuat banyak pihak yang hidup dari sepakbola terdampak.
Arema FC melihat momentum pergantian Kapolri sebagai peluang agar liga sepakbola kembali bergulir. Sebab, izin penyelenggaraan kompetisi dikeluarkan oleh Kapolri. Kapolri Jenderal Idham Aziz yang akan purnabakti akan digantikan oleh calon tunggal Kapolri, Kabareskim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.
Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengatakan gelaran liga sepakbola penting untuk menggerakkan kembali roda perekonomian. Pasalnya, sepakbola melibatkan banyak pihak, mulai dari pemain, pelatih, manajemen, hingga pegawai klub. Pemerintah daerah juga mendapat pemasukan dari bergulirnya kompetisi.
“Kami mohon izin kompetisi terselenggara dengan tetap patuh kepada protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Apalagi banyak pihak terlibat dalam kelangsungan kompetisi,” ujar Sudarmaji, Sabtu (16/1).
Untuk itu, ia berharap Kapolri yang baru berkenan memberi izin dimulainya kembali liga sepakbola. Apalagi, lanjut Sudarmaji, klub-klub yang mengikuti liga sepakat dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
Harapan tersebut diungkapkan Sudarmaji setelah rapat secara virtual bersama dengan klub-klub Liga 1 lain, Jumat (15/1). Dalam pertemuan tersebut, digelarnya kembali kompetisi sepakbola dianggap sebagai ‘fit and proper test’ Kapolri yang baru.
“Kita dari Arema FC berusaha optimis liga sepakbola bisa digelar kembali,” ujar Sudarmaji, Sabtu (16/1).
Sudarmaji memaparkan ada sejumlah poin yang disepakati klub-klub peserta Liga 1, antara lain: mengusulkan pembubaran Liga 1 2020, mengusulkan Liga 1 2021 digelar Maret-November 2021, PSM Makassar mengusulkan peniadaan degradasi pada Liga 1 2021, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengajukan 5 ribu paket vaksin Covid-19, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB digelar Februari atau Maret 2021, dan kesepakatan bersama ini diserahkan ke PSSI untuk ditindaklanjuti.










Balas