Blitar, blok-a.com – Meningkatnya anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar pada tahun 2025 menjadi sorotan publik setelah kontingen Kabupaten Blitar merosot drastis di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim). Dari peringkat ke 8 pada edisi tahun sebelumnya, Blitar kini terpuruk di posisi ke-14.
Anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp 2,7 miliar ini, sebagai yang tertinggi dalam sejarah KONI Kabupaten Blitar ini tidak memberikan dampak yang diharapkan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Blitar, Anindya Putra Robertus mengungkapkan kekecewaannya, Kabupaten Blitar hanya meraih 19 emas, 22 perak, dan 43 perunggu.
Sebelumnya, Ketua KONI Kabupaten Blitar, Beky Herdihansah, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Blitar, sempat menargetkan posisi 5 besar. Namun, target tersebut terpaksa direvisi menjadi 7 besar dengan alasan waktu persiapan yang minim.
“Peralihan pengurus ke pengurus baru sangat singkat. Kami tak bisa melakukan monitoring penuh,” tambah Anindya.
Kegagalan ini memicu kritik tajam dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa perubahan target menjelang pemberangkatan kontingen hanyalah dalih untuk menutupi ketidaksiapan organisasi.
“Rp 2,7 miliar habis, tapi prestasi justru amblas. Ini bukan sekadar gagal, ini blunder besar,” komentar salah satu pengamat olahraga lokal.
Dengan hasil yang mengecewakan, masyarakat kini menuntut transparansi dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja KONI.
“Kami ingin tahu ke mana larinya duit rakyat itu. Harus ada tindakan nyata untuk memperbaiki keadaan,” ujarnya.
Kinerja KONI Kabupaten Blitar di Porprov IX seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi mendalam. Apakah masalah ini murni persoalan waktu, atau ada faktor lain yang lebih serius yang perlu dibenahi.
Masyarakat berharap agar prestasi olahraga di daerah ini dapat kembali pulih, dan KONI Kabupaten Blitar bisa belajar dari kesalahan yang ada. (jar)









