Kota Malang, blok-a.com – Pembangunan Gedung Islamic Center mendapat sorotan dan dipertanyakan dalam sesi debat pasangan calon (paslon) Pilwali Kota Malang 2024, Sabtu (26/10/2024).
Sebagai informasi, gedung Islamic Center tersebut merupakan pembangunan era Mochamad Anton saat menjabat sebagai Wali Kota Malang periode 2013-2018.
Dalam debat perdana tersebut, Calon Wali Kota Malang nomor urut 2, Heri Cahyono menyampaikan bangunan Islamic Center era Mochamad Anton tidak memiliki fungsi yang maksimal atau bisa disebut dengan mangkrak.
“Bangunan Islamic Center sampai sekarang mangkrak. Artinya, rencana gak matang. Kita ini butuh jaminan sosial dan kesehatan, kayaknya gak butuh Islamic Center,” ujar Sam HC sapaan akrabnya.
Sam HC mengatakan, lebih baik anggarannya dipergunakan untuk mensubsidi guru madrasah maupun guru ngaji. Apalagi, dijelaskan Sam HC anggaran pembangunan gedung Islamic Center tersebut menelan biaya yang tidak sedikit, yakni Rp 400 miliar.
“Sampai hari ini, Islamic Center gak dibutuhkan. Lebih keren, anggaran Rp400 miliar untuk subsidi guru ngaji dan madrasah,” ujar Sam HC.
Menanggapi hal tersebut, Calon Wali Kota Malang nomor urut 3, Mochamad Anton mengatakan banyak bukti pembangunan baik yang ia rencanakan.
“Program yang saya lakukan sangat baik dan hanya perlu dilanjutkan, karena memberikan manfaat,” jelasnya.
Tak menjawab soal Islamic Center, Mochamad Anton lebih memfokuskan tentang Kampung Tematik yang berhasil Go Internasional.
“Kita tahu, program pembangunan kampung tematik yang memberikan dampak nyata, mengatasi persoalan masyarakat. Kita juga punya program bedah rumah yang bisa kita lanjutkan kembali,” lanjutnya.
Menanggapi saling adu argumen dari kedua paslon tersebut, Calon Wali Kota Malang nomor urut 1, Wahyu Hidayat mengatakan selama dirinya menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang, dirinya berperan seperti pemadam kebakaran.
Hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya program yang mangkrak dan tidak maksimal dari era peninggalan pemimpin Kota Malang terdahulu. Wahyu mengaku gedung Islamic Center ia manfaatkan semaksimal mungkin dan ia selamatkan.
“Saya masuk untuk menyelamatkan peninggalan itu,” tegas Wahyu.
Perkara Islamic Center yang mangkrak pada era sebelumnya, Wahyu Hidayat memerintahkan seluruh jajaran untuk memanfaatkan gedung tersebut saat ia menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang. Sehingga gedung Islamic Center dapat dimanfaatkan dan pembangunannya tidak sia-sia.
“Saat itu saya perintahkan untuk dimanfaatkan yang hampir mati. Sekarang terjaga, banyak kegiatan disitu. Saya manfaatkan dan saya selamatkan peninggalan yang tidak terurus itu,” jelas Wahyu. (mg1/Bob)









