Kota Malang, blok-a.com – Relawan Calon Wakil Presiden Nomor 02 menemukan adanya spanduk penolakan terhadap Gibran Rakabuming Raka.
Spanduk itu terpasang di sejumlah jalan di Kota Malang, yakni di sekitar daerah Muharto.
Dalam spanduk itu, Gibran ditolak datang ke daerah tersebut. Dalam spanduk tersebut tertulis pula atas nama warga Madura pendukung Mahfud MD.
Kornas Kawan Gibran, Ali Muthohirin membenarkan temuan itu. Dia menyayangkan akan adanya spanduk itu.
“Kemarin saya jalan-jalan keliling Malang terus melihat ada spanduk yang menolak Gibran di sejumlah daerah. Bagi saya ini harus dilawan dengan narasi politik yang menggembirakan siapapun. Kita tidak punya hak untuk menolak seseorang, apalagi hanya karena perbedaan pandangan atau pilihan politik,” kata dia.
Dia pun mengajak relawan Gibran untuk tidak membalas spanduk yang dinilainya tidak menggambarkan politik riang gembira.
“Kami dari Kawan Gibran ingin para relawan aktif mengkampanyekan politik riang gembira di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu Korwil Kawan Gibran, Randi Satrizal menanggapi santai atas spanduk penolakan Gibran di Kota Malang.
Dia menyebut, bukan kali ini Cawapres-nya mengalami cercaan atau hinaan.
“Kami semua menjadikan cercaan atau hinaan sebagai bahan kampanye dan lucu-lucuan yang tidak menyakiti siapapun, seperti Asam Sulfat menjadi Samsul, Belimbing Sayur yang sekarang jadi trennya juga ramai di media sosial,” bebernya.
Sementara itu, adanya spanduk penolakan ini tidak membuat elektabilitas Prabowo-Gibran menurun. Kawan Gibran malah menyebut survei di beberapa lembaga survei sudah menunjukan Prabowo-Gibran 50 persen.
“Karena penerimaan masyarakat pasangan ini begitu besar,” kata dia.
Terpisah, Influencer Mohammad Ilham yang saat ini tergabung dalam Kawan Gibran menyebut, alasan survei Prabowo-Gibran tinggi karena saat ini Indonesia mengikuti tren pemimpin muda.
“Di dunia, sudah mulai bermunculan penimpin yang terpilih di usia muda ada Daniel Noboa, Presiden Ekuador yang terpilih di usia 35 tahun. Ada juga Gabriel Boric Presiden yang memimpin di usia 35 tahun. Ada Sanna Marin, Presiden Finlandia yang terpilih di isia 34 tahun dan Gabriel Attal yang dipilih menjadi PM Prancis di usia 34 tahun. Ini menjadi contoh pemimpin muda ini banyak memang layak untuk dipilih karena gaya yang sat set, punya inovasi dan suka dengan hal-hal yang baru dalam memimpin,” jabarnya. (bob)









