Blitar, blok-a.com – Debat publik ketiga Pilkada Kota Blitar 2024 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar, Rabu (13/11/2023) malam.
Debat publik yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Aryo Blitar tersebut, merupakan debat terakhir dengan mengambil tema Persatuan dan Keselarasan Pembangunan.
Pada debat tersebut, paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar nomor urut 1, Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro (BABA) mendapat pertanyaan dari paslon nomor 2, Syauqul Muhibbin dan Elim Tyu Samba (SAE), terkait tidak adanya program Beras Kesejahteraan Daerah (Rastrada) dan RT Keren dalam visi misinya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bambang Rianto dan Bayu Setyo Kuncoro menegaskan, bahwa pihaknya akan tetap melanjutkan kebijakan Pemkot Blitar sebelumnya. Termasuk Rastrada, RT Keren, pendidikan gratis, serta program-program lain untuk kesejahteraan masyarakat.
“Perlu kita ketahui, bahwa mulai dari program Wali Kota Blitar yang pertama pak Djarot sampai pak Santoso sekarang, kami lah pendukung serta pengusungnya. Jadi jangan khawatir, program-program itu (Rastrada dan RT Keren) pasti kami lanjutkan,” kata calon Wakil Wali Kota Blitar Bayu Setyo Kuncoro.
Lebih lanjut Bayu menegaskan, program-program yang telah berjalan akan tetap menjadi prioritas utama dalam pemerintahan mendatang.
“Setiap program yang sudah berjalan akan kami tingkatkan. Rastrada akan lebih maksimal agar masyarakat miskin dapat terus mendapatkan bantuan yang tepat sasaran. Selain itu, program RT Keren yang menyentuh langsung pada level lingkungan, akan kami tingkatkan dengan lebih banyak pelatihan dan pendampingan untuk pengurus RT agar lebih efektif,” tandasnya.
Sementara calon Wali Kota Blitar nomor 01, Bambang Rianto menegaskan, bahwa program-program tersebut akan dilanjutkan dan ditingkatkan, namun tetap dalam koridor anggaran yang realistis.
“Program kami nyata dan realistis. Program Rastrada dan RT Keren itu sekarang sudah dan sedang berjalan. Tentu akan kami lanjutkan dan tingkatkan. Tapi, perencanaannya juga harus realistis, sesuai dengan kemampuan anggaran Kota Blitar,” tegas Bambang Rianto.
Seperti diketahui, paslon Bambang-Bayu didukung partai-partai besar di antaranya PDI Perjuangan, Partai Golkar, PPP, dan Partai Gerindra. Koalisi ini juga memiliki 16 kursi dari 25 kursi DPRD Kota Blitar. Selain itu juga terdapat dukungan dari mayoritas partai non parlemen.
“Kita optimis paslon 01 Bambang-Bayu bisa memenagkan konstelasi politik ini. Saya juga mengucapkan terima kasih pada partai pengusung dan seluruh masyarakat yang mendukung kami. Mari kita buat Pilkada ini riang gembira, tanpa ada permusuhan,” ujar Bambang Rianto.
Bambang Rianto yang akrab disapa Bambang Kawit, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah dinamika Pilwali yang berlangsung.
Dukungan dari masyarakat Blitar sangat diperlukan untuk menciptakan suasana demokrasi yang sehat dan penuh kedamaian.
“Ini adalah bagian dari proses demokrasi. Kami mengajak seluruh pendukung untuk tetap menjaga suasana kondusif. Agar Pilwali kali ini berjalan dengan damai dan tercipta pemimpin yang benar-benar diinginkan oleh rakyat,” pungkas Bambang.
Untuk diketahui, selain tetap melanjutkan program Rastrada dan RT Keren, paslon BABA juga memiliki program-program unggulan. Seperti pendidikan gratis, seragan sak jahite, tablet sak kuotane, satu rumah satu sarjana, satu kelurahan satu ambulance, bedah rumah, insentif untuk ketua RT/RW, guru ngaji, guru sekolah minggu, juru kunci, insentif kader posyandu, dan LPMK.
Dan yang tak kalah penting paslon BABA mempunyai program yang dinamakan “Lapor Pak Be”, untuk menampung semua keluhan masyarakat Kota Blitar. Program ini akan memastikan bahwa keluhan warga bisa langsung ditangani.
Usai acara debat, Bambang-Bayu langsung disambut ribuan pendukungnya. Mereka mengawal paslon Bambang-Bayu untuk menuju Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar. (jar/lio)









