Magetan, blok-a.com – Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Magetan masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Bukit Bintang Magetan, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq dan jajaran pengurus DPW PKB Jatim. Turut hadir Bupati Magetan Nanik Sumantri, Wakil Bupati Suyatni Priasmoro, bersama Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah. Hadir pula pengurus DPC dan DPAC PKB, Dewan Syuro, serta sejumlah Ketua Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Magetan.
Dalam sambutannya, Thoriqul Haq menyampaikan pesan Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar kepada seluruh kader di Magetan. Ia menekankan pentingnya membangun politik berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan pemilu, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang utama adalah politik berkelanjutan. Jadi, PKB Magetan yang menang ini harus berkelanjutan menang. Dampak kemenangannya harus bermanfaat. Tidak ada menang yang tidak berdampak,” tegas pria yang akrab disapa Cak Thoriq tersebut.
Menurutnya, keberlanjutan kemenangan harus ditopang soliditas internal, konsolidasi yang terarah, serta kelengkapan struktur partai hingga tingkat ranting. Seluruh elemen organisasi diminta aktif menjalankan peran masing-masing agar kekuatan PKB tidak hanya terlihat di tingkat kabupaten, tetapi juga mengakar di masyarakat.
Cak Thoriq juga menyoroti pentingnya komunikasi politik di tengah beragam dinamika sosial dan persoalan masyarakat. Ia menilai, kerja keras pengurus di tingkat bawah harus diimbangi dengan keterlibatan anggota fraksi dalam aktivitas dan perjuangan politik partai.
“Hari ini PKB solid, fraksi juga harus solid. Fraksi juga harus ada yang dikerjakan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, konsolidasi tidak akan berjalan optimal apabila hanya dibebankan kepada pengurus di tingkat PAC dan ranting, sementara unsur fraksi tidak bergerak bersama. Karena itu, seluruh struktur partai harus memiliki program dan kerja konkret yang saling mendukung.
Lebih lanjut, mantan Bupati Lumajang tersebut, menegaskan bahwa kemenangan politik tidak dapat diraih secara instan ataupun hanya mengandalkan publikasi. Kepercayaan masyarakat, menurutnya, dibangun melalui kehadiran dan kerja nyata yang dilakukan secara konsisten.
“Kemenangan tidak lahir dalam satu malam. Kemenangan tidak keluar dari lipatan kertas. Kemenangan adalah buah dari kepercayaan. Dan kepercayaan tidak tumbuh dari pesan, dari baliho, dari gambar, dari foto. Kepercayaan dibangun dari kehadiran setiap waktu,” ungkapnya.
Ia meminta kader PKB tidak hanya mendekati masyarakat menjelang pemilu, tetapi hadir ketika warga menghadapi persoalan dan membutuhkan bantuan.
“Jangan datang kepada rakyat hanya ketika pemilu. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Ketika petani kesulitan pupuk dan bibit, kita bantu. Ketika warga membutuhkan penguatan, kita advokasi. Ketika warga membutuhkan akses kesehatan, kita layani. Ketika anak-anak membutuhkan pendidikan, kita penuhi. Ketika rakyat menghadapi kesulitan, kita berdiri di tengah mereka,” tegasnya.
Cak Thoriq menyebut pendekatan tersebut sebagai politik pelayanan sekaligus wujud pengabdian PKB kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa pelayanan dan advokasi harus menjadi bagian dari aktivitas kader sehari-hari, bukan sekadar strategi untuk mendulang suara.
Dalam arahannya, Thoriqul secara khusus meminta jajaran DPC PKB Magetan memasang tulisan “Pemilu 2029 dimulai hari ini” di ruang-ruang kantor partai. Pesan tersebut, menurutnya, harus menjadi pengingat bahwa persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang tidak bisa ditunda.
“Pemilu 2029 dimulai hari ini, bukan besok, apalagi tahun depan. Kenapa? Karena kemenangan Pemilu 2029 tidak dibangun pada tahun 2029, tetapi dibangun mulai hari ini,” katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia mendorong penguatan basis dukungan, perluasan pengabdian kepada masyarakat, serta percepatan konsolidasi seluruh kekuatan partai hingga tingkat paling bawah.
Selain melengkapi struktur partai sampai tingkat ranting, penyelesaian struktur lembaga dan badan partai juga diminta segera dituntaskan. Pengurus harus menyusun program kerja yang terarah serta menjalankan keputusan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) secara konsisten.
“Pastikan tidak ada struktur yang tidur. Tidak ada kader yang kehilangan arah. Semua struktur harus bergerak dan bekerja untuk rakyat, sekaligus memastikan kemenangan PKB pada 2029,” tandasnya.
Thoriqul juga menegaskan bahwa kemenangan PKB tidak semata-mata berkaitan dengan perolehan suara dalam pemilu maupun posisi di DPRD. Kemenangan tersebut harus diikuti kesinambungan kerja politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa kehadirannya bersama jajaran DPW PKB Jawa Timur juga menjadi bagian dari upaya memantau kinerja DPC PKB Magetan dan fraksi PKB di DPRD Kabupaten Magetan.
Menurutnya, kinerja organisasi dan fraksi harus berjalan sesuai komitmen serta target yang telah direncanakan. Seluruh jajaran partai diharapkan mampu menjaga konsistensi kerja agar tujuan politik PKB dapat dicapai tanpa meninggalkan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Magetan, Deny Mahmud Fauzi, menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk mempertahankan jumlah kursi sekaligus meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.
“Ke depan, PKB Magetan akan terus mempertahankan jumlah kursi dan berupaya memenangkan PKB pada pemilu berikutnya,” kata Deny.
Pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 ini menjadi awal bagi PKB Magetan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kerja pelayanan, dan mempersiapkan strategi politik menuju Pemilu 2029. (nan)










Balas