Tukang Kayu di Blitar Tewas Tertemper Kereta Api Gajayana

Petugas dibantu warga sekitar, mengevakuasi jasad SW, korban tertempar Kereta Api Gakayana. (blok-a.com/Fajar)
Petugas dibantu warga sekitar, mengevakuasi jasad SW, korban tertempar Kereta Api Gakayana. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – SW, seorang pria berusia 68 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Gajayana nomor 36, di emplasemen stasiun kereta api Pohgajih, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Kejadian ini diketahui pada Selasa (18/2/2025) sekitar pukul 06.18 WIB, saat petugas keamanan stasiun menerima laporan dari masinis mengenai adanya kecelakaan.

“Petugas keamanan stasiun, segera mencari lokasi kejadian dan menemukan korban sudah tidak bernyawa di samping jalur rel kereta api,” kata Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi.

Menurut keterangan petugas medis Puskesmas Selorejo, korban yang merupakan seorang tukang kayu asal Desa Sukanyar Kecamatan Kesamben ini, terluka parah.

“Korban mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala dan kaki,” jelas Putut.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi dan investigasi.

“Kami sudah melakukan visum luar dan memastikan bahwa ini adalah kecelakaan murni,” tandas Putut.

Pihak kepolisian menduga, saat kejadian, korban tidak menyadari kedatangan kereta api lantaran mengidap gangguan pendengaran.

“Korban diduga mengalami gangguan pendengaran dan demensia, yang mungkin menjadi penyebab insiden tragis ini,” ujarnya.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” pungkas Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut untuk dilakukan otopsi.

“Kami sudah ikhlas, ini adalah kecelakaan yang tidak bisa dihindari,” ujar salah satu anggota keluarga. (jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com