Truk Tangki Muat 15 Ton Elpiji Terguling di Jembatan Penghubung Mojokerto-Sidoarjo

Truk Tangki yang terguling melintang menutup jalan diatas jembatan sungai Brantas.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Truk tangki yang terguling melintang menutup jalan diatas jembatan sungai Brantas.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Kecelakaan tunggal melibatkan truk tangki bermuatan gas elpiji terjadi di ruas jalan raya Bypass kilometer 46, tepatnya di atas Jembatan Sungai Brantas yang menghubungkan Mojokerto dan Sidoarjo, Kamis pagi (5/6/2025), sekitar pukul 04.30 WIB.

Truk tangki Hino bernomor polisi AG 8087 UF yang dikemudikan Bagus Rahmad (35), terguling usai menabrak median jalan.

Menurut Bagus, kecelakaan terjadi karena ia mengantuk saat mengemudi. Kondisi jalan yang minim penerangan serta sorotan lampu kendaraan dari arah berlawanan semakin mengganggu konsentrasi.

Truk yang mengangkut 15 ton gas elpiji itu pun kehilangan kendali dan terguling melintang di badan jalan arah Mojokerto–Surabaya.

“Saya keluar tol sempat mau cek baut ban, habis itu masuk tol lagi dan lanjut ke arah Kediri. Saat itu saya sudah mulai mengantuk, jalannya gelap dan kena lampu kendaraan lain,” kata Bagus di lokasi kejadian.

Bagus, warga Desa Kerkep, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, mengemudi bersama satu orang kernet bernama Solikul Sigit. Beruntung, keduanya selamat tanpa mengalami luka.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini mengakibatkan kemacetan parah di kedua arah, karena posisi truk yang melintang menutup seluruh ruas jalan sisi barat.

Lokasi kejadian yang berada di perbatasan Mojokerto dan Sidoarjo membuat dampak kemacetan dirasakan di dua wilayah tersebut.

Petugas dari Polsek Tarik dan Satlantas Polres Mojokerto langsung turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas dan menunggu proses evakuasi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Mojokerto, AKP Ridho Rinaldo Harahap, yang datang langsung ke lokasi, menyatakan pihaknya hanya membantu penanganan lalu lintas.

Sebab, secara administratif, titik kecelakaan masuk wilayah Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

“Itu masuk wilayah Sidoarjo, jadi untuk penanganan kasus silakan konfirmasi ke Kasatlantas Polres Sidoarjo. Kami hanya membantu mengurai kemacetan karena Mojokerto terdampak,” kata Ridho.

Proses pengangkatan truk masih menanti kedatangan alat berat dan tim teknis dari perusahaan pemilik truk, PT Dian Rama Gas, Kediri.

Bagus menjelaskan, ia mengambil muatan elpiji dari PT Maspion, Manyar, Gresik, pada malam sebelumnya, untuk dikirim ke Kediri. “Total muatannya 15 ton, dengan berat kendaraan keseluruhan sekitar 34 ton,” ujarnya.

Hingga siang ini, arus lalu lintas masih tersendat karena proses evakuasi belum selesai dilakukan.(sya/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com