Perempuan Paruh Baya Tewas Tertabrak Kereta Api di Singosari Malang

Proses evakuasi perempuan paruh baya yang tewas tertabrak kereta api di Singosari, Malang, Sabtu (8/7/2023).
Proses evakuasi perempuan paruh baya yang tewas tertabrak kereta api di Singosari, Malang, Sabtu (8/7/2023).

Kabupaten Malang, blok-a.com – Seorang perempuan paruh baya ditemukan meninggal dunia di perlintasan kereta api Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (8/7/2023).

Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia sekira pukul 04.40 WIB di jalur rel kereta api Kilometer (KM) 42+ 2/3 petak jalan Blimbing-Singosari, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.

Perempuan tersebut diduga tertabrak Kereta Api (KA) Tumapel Nomor KA 430 nomor Lokomotif CC2017714 tujuan Malang-Surabaya yang melaju dari arah selatan ke utara.

“Korban seorang perempuan pejalan kaki, diduga tertabrak kereta api Tumapel jurusan malang-Surabaya,” kata Iptu Taufik saat dikonfirmasi di Polres Malang, Sabtu (8/7/2023).

Taufik menjelaskan, pada saat dilakukan evakuasi, polisi tidak menemukan satu pun identitas pada jenazah tersebut.

Pada saku celana korban hanya ditemukan uang sejumlah Rp25 ribu.

Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian warna hitam bertuliskan ‘Angel’ serta celana warna senada. Diperkirakan usia korban berkisar antara 50 hingga 55 tahun.

“Tidak ada identitas sama sekali, hanya ditemukan uang Rp25 ribu di saku celananya,” ujarnya.

Dikatakan Taufik, usai diperiksa, diketahui korban mengalami sejumlah luka di sekujur tubuhnya.

Terdapat luka terbuka pada kaki kiri dan kanan, patah tulang pada tangan kiri, serta luka terbuka pada bagian kepala.

Terlihat Duduk di Atas Rel

Sementara berdasarkan keterangan masinis KA, korban sempat terlihat duduk di atas rel KA di sebelah barat pabrik Bentoel pada saat KA Tumapel Nomor KA 430 tujuan Malang-Surabaya hendak melintas.

Sebelum tertabrak, masinis telah membunyikan klakson berulang kali yang berjarak sekitar 50 Meter. Namun korban tidak bergerak sama sekali sehingga akhirnya tertabrak KA dan terpental sejauh sekitar 50 meter.

Sementara itu, menurut keterangan saksi penjaga perlintasan KA, Cipto Prasetyo Raharjo, korban diketahui berjalan diatas jalur rel KA dari utara yakni sekitar belakang Depo Bangunan, ke arah selatan sekitar pukul 04.30 WIB. Sampai akhirnya diketahui meninggal dunia di TKP.

“Korban diperkirakan berjalan sendirian melintasi jalur rel KA hingga kemudian ditemukan meninggal dunia di TKP,” jelasnya.

Dikatakan Taufik, saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar mayat RS Saiful Anwar guna dilakukan visum.

Personel Inafis Satreskrim Polres Malang yang melakukan penyelidikan berdasarkan sidik jari laten berhasil menemukan kecocokan dengan database sistem. Identitas perempuan tersebut diketahui bernama Maria Saptaria (54), warga Kelurahan Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Kini personel masih berupaya memastikan data tersebut dengan meninjau lokasi sesuai alamat yang didapatkan.

“Personel sudah mengevakuasi korban ke RS Saiful Anwar. Sementara Tim Inafis Satreskrim dan Unit Gakkum Satlantas dibantu Polsek Singosari, masih melakukan olah TKP guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(mg1/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?