Lagi-Lagi, Sungai yang Kotor Jadi Solusi Nekat Warga Wonokoyo saat Tak Teraliri Air PDAM Kota Malang

Kota Malang, blok-A.com – Warga Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang lagi-lagi resah terkait matinya air di rumahnya. Penyebabnya adalah pipa PDAM Kota Malang yang pecah di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Sekitar pukul 11.30, blok-A.com mencoba untuk berinteraksi langsung dengan warga Wonokoyo di sungai Kalisari.

Terlihat ada seorang ibu-ibu yang sedang resah dengan matinya air dipinggir sungai. Turiah namanya. Ia pun memberikan informasi terkait matinya air.

“Bocor mas, udah dari tadi pagi. Saya ini mau cucian ,jadi di sungai ini,” ucap Turiah pada Kamis (01/09/2022).

Dari pandangan mata saja, sungai itu tampak kotor dan sering menjadi tempat pembuangan sampah. Wanita paruh baya itu pun memberikan keterangan terkait sungai Kalisari itu.

“Emang di daerah Wonokoyo ini, tidak aja jalan keluar. Ya harus di sungai Kalisari ini meskipun kotor,” ucapnya.

Turiah mengatakan bahwa ia pun sudah merasakan air mati hidup selama berpuluh-puluh tahun. Selain sungai kalisari yang menjadi solusi, ia mengatakan ada tangki yang diberikan PDAM, namun sukar untuk didapat.

“Kalau cucian ya di sungai kalisari, kalau untuk minum itu ada tangki yang jalan. Tapi itu rebutan mas dan kadang gak dapat,” tutur Turiah.

Wanita itu hidup berpuluh-puluh tahun disana. Dari kecil pun, Turiah sudah merasakan air dari sungai Kalisari. Ia mengatakan bahwa dulu sungai itu masih bersih, namun melihat 10 tahun kebelakang, banyak oknum yang tidak bertanggung jawab, mengotori sungai kalisari.

“Dari kecil saya mandi disini, tapi dulu bersih mas. Kelihatan ikan-ikannya dibawah itu. Cuman 10 tahun terakhir, sudah kotor karena banyak yang buat kotoran sapi, kambing, bahkan pampers mas,” tuturnya kepada blok-A.com.

Turiah mensyukuri jika selama ini memakai air di sungai Kalisari, tidak menjadi penyakit untuk dirinya dan anak-anaknya. Namun, ia tetap merasa risih jika ingin menggosok gigi menggunakan ais sungai kalisari.

“Alhamdulillah tidak ada penyakit, gatel-gatel juga tidak. Tapi kalau gosok gigi itu mas, saya agak jijik memakai air sungai,” tuturnya.

Untuk per harinya, turiah selalu membeli air isi ulang dengan harga Rp 15 ribu. Itupun untuk kebutuhan minum dan masaknya saja.

“Aduh, itu cuman sehari aja mas. Dua galon cuman bisa untuk minum dan masak saja,” ucapnya.

Sebagai informasi, masyarakat Wonokoyo berbondong-bondong untuk mendapatkan air bersih di dua tempat, yaitu Gor Ken Arok dan Terminal Hamid Rusdi. Saat Abah Anton menjabat sebagai Wali Kota, dua tempat tersebut memang dikhususkan untuk masyarakat Wonokoyo yang ingin mencari air bersih. Hal itupun juga sudah di konfirmasi oleh PDAM.
(mg1/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.