Mojokerto, blok-a.com – Kepergian Alfian Aditya Pratama (15), siswa SMPN 7 Kota Mojokerto yang menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.
Ayah Alfian, Mat Arif, menceritakan momen kebersamaan terakhir mereka sebelum Outing Class sekolah yang berujung insiden tragis tersebut.
Sehari sebelumnya, Alfian sempat mengajak ayahnya untuk membeli sejumlah barang. Di antaranya sandal putih dan kaos hitam polos yang dia pilih sendiri.
“Kemarin dia minta belikan dompet, kaos hitam polos, dan sandal putih. Dia sendiri yang pilih warnanya. Sorenya sebelum berangkat, dia pergi sendiri untuk potong rambut,” ungkap sang ayah dengan suara bergetar saat ditemui di rumah duka di Jalan Flamboyan, Kelurahan Wates, Kota Mojokerto, Selasa malam (28/1/2025).
Ayah Alfian tak menyangka permintaan sederhana itu menjadi momen terakhirnya bersama sang putra.
Mat Arif juga menceritakan komunikasi terakhirnya dengan Alfian sebelum keberangkatan. Keduanya sempat melakukan video call ketika Alfian sudah berada di dalam bus yang hendak berangkat dari sekolah.
“Saya tanya dia posisinya di mana. Katanya, ‘di tengah, Yah.’ Saya cari-cari dari luar kaca bus, tapi nggak kelihatan karena ada embun di kacanya,” kenangnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat itu istrinya memilih untuk melihat keberangkatan putra sulung mereka dari jauh.
“Istri saya nggak mau lepas dari motor, tetap di situ aja. Katanya, ‘nanti anaknya malu,'” tambah Mat Arif.
Meski penuh haru, Mat Arif mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum kejadian.
“Tapi nggak ada pikiran atau firasat apa-apa,” katanya.
Jenazah Alfian tiba di rumah sekitar pukul 22.50 WIB, disambut isak tangis keluarga, kerabat, dan tetangga yang telah menanti sejak sore hari.
Mat Arif terlihat begitu tegar saat pertama kali membuka pintu ambulans, lalu membopong peti jenazah Alfian menuju rumah duka. Prosesi pemakaman digelar malam itu juga di pemakaman umum Kelurahan Wates.
Sebelum dimakamkan, salat jenazah digelar di musala setempat dengan dihadiri Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Kapolres Mojokerto Kota, serta rombongan pejabat lainnya.
“Sekarang ananda Alfian sudah pulang. Mari kita mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di surga. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Ali Kuncoro.
Alfian adalah satu dari tiga siswa yang meninggal dunia akibat terseret ombak saat mengikuti Outing Class sekolah di Pantai Drini.
Dari total 257 siswa peserta, sebanyak 13 siswa terseret arus. Selain tiga korban tewas, satu siswa masih dalam pencarian, sementara sembilan lainnya selamat meski beberapa di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan warga Kota Mojokerto. (sya/lio)









