Kabupaten Malang, blok-a.com – Bencana kekeringan di Kabupaten Malang semakin meluas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus melakukan pendistribusian air bersih guna membantu pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sejak 4 September hingga 16 Oktober 2024 total pendistribusian air bersih ke sejumlah titik bencana kekeringan mencapai 1,7 juta liter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menerangkan, hingga saat ini ada 13 desa yang tersebar di 5 kecamatan yang masih dilakukan pendistribusian air bersih.
“Di Kecamatan Sumawe ada lima desa, di Donomulyo ada empat desa. Lalu, Kecamatan Gondanglegi ada ponpes Asy-Syadzili, Kecamatan Bantur ada satu desa dan Kalipare ada satu desa,” ujar Sadono saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2024).
Dari data yang ada, kekeringan di Kabupaten Malang kian meluas. Salah satunya terjadi di Kecamatan Bantur, yang mana ada sekitar 2.025 jiwa yang terdampak.
“Kalau Kecamatan Bantur pencapaiannya sebanyak 45 ribu liter, terhitung sejak 11 Oktober 2024,” katanya.
Selain Kecamatan Bantur, ada Kecamatan Kalipare yang baru saja terdampak bencana kekeringan. Tepatnya di Desa Putukrejo dengan pencapaian sebanyak 45 ribu liter sejak 12 hingga 16 Oktober 2024.
“Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Malang telah mendistribusikan sebanyak 1.700.950 liter air bersih di sejumlah titik,
“Hari ini sebanyak 71.700 liter, pencapaian sejak 4 September hingga 16 Oktober 2024 sebanyak 1.700.950 liter,” pungkasnya. (ptu)









