Kecelakaan Tol Pandaan-Malang: Polres Malang Periksa Perusahaan Penyedia Layanan Ekspedisi

Bagian belakang truk tronton ringsek usai terlibat kecelakaan di jalan tol Pandaan - Malang kilometer 77.200A, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Bagian belakang truk tronton ringsek usai terlibat kecelakaan di jalan tol Pandaan - Malang kilometer 77.200A, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Proses penyelidikan terhadap kecelakaan maut di tol Pandaan – Malang KM 77+200 A Tol Pandaan-Malang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, terus bergulir. Sejumlah saksi telah diperiksa dalam kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 4 orang tersebut.

Dalam waktu dekat, Polres Malang segera melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan penyedia layanan ekspedisi yang mengoperasikan truk terlibat kecelakaan.

Kasihumas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto menerangkan, usai menetapkan supir truk Mitsubishi Tronton Box dengan nomor polisi S 9126 UU sebagai tersangka, kini proses penyelidikan akan difokuskan untuk memeriksa pihak PT RAPI Trans Logistik, sebagai penanggung jawab atas kendaraan truk yang menjadi penyebab kecelakaan maut di Tol Malang-Pandaan pada Selasa (23/12/2024) lalu itu.

“Pemeriksaan ini mencakup evaluasi terhadap standar operasional kendaraan dan pemenuhan aspek teknis. Kami juga meminta keterangan dari saksi ahli mekanik untuk menganalisis kondisi truk wingbox sebelum kecelakaan,” ujar Dadang, Kamis (26/12/2024) malam.

Rencananya, penyidik juga akan melakukan pra rekonstruksi di lokasi kejadian pada hari ini, Jumat (27/12/2024). Hal ini dilakukan untuk merekonstruksi kronologi insiden dan menentukan faktor utama penyebab kecelakaan.

“Kami berharap penyelidikan ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan standar keselamatan di jalan raya, khususnya bagi kendaraan berat,” ujarnya.

Disinggung terkait kondisi puluhan korban yang terlibat, Dadang menyebut, sebanyak 16 korban masih menjalani rawat inap di RSUD Lawang, RS Prima Husada Sukorejo, RSSA Malang, dan RS Lawang Medika.

“Sebanyak 30 korban menjalani rawat jalan, sementara dua korban lainnya meminta pulang atas keinginan pribadi. Selain itu, satu pasien dipindahkan dari RSSA Malang ke RKZ Surabaya atas permintaan keluarga,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut ini terjadi di kilometer 77+200 A Tol Pandaan-Malang, Senin (23/12/2024) pukul 15.17 WIB.

Kronologi kecelakaan bermula saat sebuah truk bermuatan pakan ternak tidak kuat menanjak dalam kondisi jalan tanjakan di KM 77+200 A Tol Pandaan – Malang, arah Surabaya-Malang.

“Truk berhenti di bahu jalan dan sempat diganjal oleh sopir, namun ganjalan tersebut tidak cukup kuat sehingga truk mundur secara tidak terkendali,” kata Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, Senin (23/12).

Nahasnya, pada saat bersamaan, dari belakang truk melaju bus pariwisata Tirto Agung yang membawa rombongan 40 pelajar SMP Islam Terpadu dari Gunung Putri, Bogor.

Tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Bus tersebut akhirnya terguling dan melintang ke badan jalan.

Insiden tersebut menewaskan empat orang, termasuk sang sopir bus. Korban luka-luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat, seperti RSUD Lawang dan RS Saiful Anwar Malang. (ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com