Heboh! Hujan Abu Vulkanik Gunung Semeru Melanda Malang

Heboh! Hujan Abu Vulkanik Gunung Semeru Melanda Malang
Heboh! Hujan Abu Vulkanik Gunung Semeru Melanda Malang

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Hujan abu vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Semeru melanda wilayah Kabupaten Malang pada Senin, (1/12/2024) pagi. Peristiwa ini viral di media sosial setelah unggahan foto-foto kendaraan yang terbalut abu berwarna putih diunggah oleh akun Instagram @pantau.malang.

Dalam postingan tersebut, diperlihatkan kendaraan yang terselimuti abu tipis. Postingan dengan caption ‘Hati-hati Hujan Abu di Kota dan Kabupaten Malang’ ini sontak menghebohkan jagat raya, dan mendapat respon dari pengguna sosial media lainnya.

“pantes jam 5 isuk mau min ndek lampu ngarep koyok udan, tibakno awu (pantas jam 5 tadi min di lampu depan rumah seperti hujan, ternyata abu),” tulis salah satu pengguna Instagram di kolom komentar.

Namun, beberapa pengguna medsos lainnya juga mengomentari postingan tersebut dengan bahasa lelucon.

“Pantes dompetku awu tok isine, tibake gaonok duwet (pantes dompetku abu saja isinya, ternyata gak ada uang),” timpal komentar lain.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, bahwa hujan abu dari wilayah Gunung Semeru merupakah hal yang lumrah terjadi.

“Sebetulnya kalau hujan abu dari wilayah Gunung Semeru merupakan hal yang biasa terjadi,” ungkap Sadono saat dikonfirmasi, Senin (2/12/2024).

Dikatakan Sadono, pada prinsipnya Gunung Semeru setiap harinya selalu mengeluarkan abu vulkanik. Dari aktivitas tersebut, abu vulkanik yang dikeluarkan kemudian tertiup angin sehingga menjadi hujan abu.

“Karena prinsipnya setiap hari Gung Semeru pasti akan mengeluarkan abu vulkanik. Tergantung arah angin kalau sebaran abunya,” ujarnya.

Sementara itu, status tingkat aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, saat ini berada di Level II (Waspada).

Hal itu berdasarkan laporan aktivitas gunungapi yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG, Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, pada periode pengamatan Minggu 1 Desember 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa kondisi meteorologi Gunung Semeru dalam cuaca cerah, angin bertiup lemah ke arah barat daya dan suhu udara 14 hingga 24 °C.

Dengan demikian, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Kemudian, tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Terakhir, mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com