Kabupaten Malang, blok-a.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Arjuno, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, pada Selasa (23/7/2024).
Video tersebut kemudian diunggah oleh akun Instagram, @malangraya_info. Pada video tersebut, terlihat api membara di hutan dan lahan di kawasan Bukit Pager Watu Lereng Gunung Arjuno.
“Meneruskan laporan warga yang sedang melakukan aktivitas hiking di kawasan tersebut. Telah terjadi insiden kebak*ran di Bukit Pager Watu Lereng Arjuno, Lawang, Malang pada hari Selasa 23 Juli 2024,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Video tersebut diketahui diambil oleh seorang pendaki di Gunung Arjuno, berdasarkan laporan yang ada, kebakaran terlihat oleh pendaki tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.
“Ketika melakukan hiking di tempat tersebut, pengunjung melihat ada kobaran api sekitar pukul 10:00 WIB. Beruntung sekitar pukul 13:00 pengunjung tersebut telah sampai basecamp dengan aman. Saat ini pengunjung tersebut masih menunggu api padam agar dapat turun dengan aman,” sambung tulisan dalam keterangan unggahan.
Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi membenarkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan itu. Ia menyebutkan bahwa kebakaran itu berada di kawasan Perum Perhutani.
“Ya (ada kebakaran). Masuk kawasan Perhutani,” terang Wahyudi saat dikonfirmasi, Selasa (23/7/2024)
Sementara itu, Kasi Humas Polres Malang, Iptda Dicka Ermantara mengatakan, pihak kepolisian saat ini tengah melakukan investigasi untuk menentukan penyebab kebakaran yang melanda kawasan hutan lindung pada Petak 117 A HL dan Petak 116 HL yang masuk kawasan Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari.
“Usai mendapat laporan kejadian, Polsek Singosari dan tim gabungan segera merespons dengan mendatangi lokasi untuk memadamkan api agar kebakaran tidak semakin meluas,” kata Dicka saat ditemui di Mapolres Malang.
Pihaknya kini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian.
“Titik api berhasil dipadamkan bersama tim gabungan TNI-Polri, Polhut dan relawan,” ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan agar berhati-hati dalam menggunakan api, seperti puntung rokok maupun korek api.
Hal ini dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan membuat rumput menjadi kering serta mudah terbakar saat terkena api.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan agar berhati-hati dalam menggunakan pemantik api maupun membuang puntung rokok, untuk meminimalisir potensi kebakaran hutan,” pungkasnya. (ptu)









