Bocah 4 Tahun di Probolinggo Ditemukan Meninggal Mengambang di Bak Air

Warga berkerumun di rumah bocah meninggal mengapung di bak rumahnya di Probolinggo, Senin (19/6/2023) (blok-a/bob)
Warga berkerumun di rumah bocah meninggal mengapung di bak rumahnya di Probolinggo, Senin (19/6/2023) (blok-a/bob)

Probolinggo, blok-a.com – Seorang bocah bernama Adit (4) putra pasangan Jumiati (30) dan Atus (32),warga Dusun Kacangan, Desa Watuwunguk Kecamatan Dringu Probolinggo ditemukan tewas mengambang di bak tandon air.

Diketahui usai orang tuanya berangkat ke sawahnya, Adit berpamitan kepada neneknya untuk bermain. Sekitar pukul 16.00, kedua orang tuanya datang dari sawahnya mulai bingung mencari anaknya. Minggu (18/06/23)

“Hingga mencari ke sekitaran rumahnya dan menanyakan ke teman teman dan tetangga dekatnya. Namun tak kunjung menemukan anaknya,” ujarnya.

Dengan tak ada kabar soal keberadaan bocah tersebut, keluarga dan tetangganya terus melakukan pencarian lebih luas di daerah sekitar daerahnya.

Bahkan pencarian warga juga dilakukan dengan menyusuri aliran sungai yang ada di sebelah selatan rumah bocah di Dusun Kacangan, Desa Watuwunguk Kecamatan Dringu Probolinggo.

Namun pada keesokan harinya bocah tersebut ditemukan tewas mengapung di bak penampungan air.

Penemuan tersebut di temukan pertama kali oleh Arif Darmawan salah satu tukang yang bekerja di tempat tersebut pada Senin (20/6/2023) sekitar pukul 07.30 wib.

“Saat itu saya sedang mau mengambil air untuk mengelola adonan lolo, tiba tiba saya melihat tangan kayak boneka, setelah diampiri ternyata korban sudah mengambang,” kata Arif.

Sehingga Arif bergegas memberi tahu warga dan seketika itu juga korban langsung di evakuasi dan dibawa kerumah korban.

“Saat itu korban kondisi sudah kaku, kemungkinan korban terpeleset dan jatuh ke dalam bak penampungan air,” tegasnya.

Sementara itu, Sekeretaris Desa Watuwungkuk, Ikhsan Wahyudi membenarkan atas penemuan tubuh korban di bak penampungan air di lokasi dusun setempat.

“Untuk memastikan nyawa korban , pihak keluarga langsung melarikan ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis,” tegasnya.

Iksan mengharapkan kepada warganya dengan kejadian ini, diharapkan bisa lebih menjaga anak anaknya disaat bermain.

“Semoga pihak keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan,” harapnya. (nos/bob)