Kota Malang, blok-A.com – Aksi perundungan anak Sekolah Dasar (SD) kembali terjadi di Kota Malang.
Menurut kesaksian ibu korban, Gabriela Putrikejadian pembullyan terjadi di awal pertengahan bulan Juli. Korban dibully dengan dipukul ditelanjangi hingga tersisa celana dalamnya, di bedakin sekujur tubuhnya lalu divideo.
“Anak saya dibully seperti di video itu,” kata Gabriela.
Di video tersebut pun terlihat bahwa korban dipukul dengan tangan dan bantal dan ditendang. Beberapa kali juga diberi bedak mukanya oleh beberapa pelaku. Anak tersebut pun tidak melawan atas perundungan itu berdasarkan video yang diterima blok-A.com.
Gabriela mengatakan anaknya sering melaporkan pembullyan tersebut kepadanya, namun ia mengaku diam karena tidak mengetahui pembullyan seperti apa yang sedang dialami korban.
Pembullyan tersebut terjadi beberapa kali, Gabriela mengatakan salah satu kejadian pembullyan tersebut terjadi di Taman Krida.
“Awalnya takut, karena kalau cerita maka akan dibully lagi. Ada dua kali bully, yang pertama ditelanjangi di gazebo taman krida budaya kayaknya dan yang terakhir ada di video itu dan itu baru cerita,” paparnya.
Dari pengakuan ibu korban, keluarga korban sudah meminta pertanggung jawaban ke pelaku akan tetapi tidak ada itikad baik dari keluarga pelaku.
“Mami sama adek saya sudah sempet ke rumah pelaku tapi keluarganya cuek dan gak percaya kalau anaknya membully katanya anak saya yang nakal,” jelasnya.
Lalu pada tanggal 24 Agustus, Gabriela mengku mendapat kiriman video oleh orang tak dikenal. Isi dari video tersebut ternyata rekaman seorang anak laki laki yang sedang di bully yang ternyata anak kandungnya sendiri. Ia sontak kaget dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat.
“Tanggal 24 Agustus saya dapat videonya dan langsung membuat laporan ke Polsek dan oleh polsek langsung disarankan ke Unit PPA Polresta Malang Kota,” jelasnya.
Namun sayangnya hingga sekarang ia belum mendapat penanganan serta nformasi lanjut dari laporannya tersebut.
“Masih belum ada perkembangan dan informasi dari Polresta,” tambahnya.
Gabriela berharap akan segera ada tindak lanjut dari kejadian tersebut agar kasus bullying tidak terjadi kembali.
“Segera ada tindak lanjut dari Polres supaha gak ada lagi kejadian kejadian seperti ini,” pungkasnya.
(mg2/bob)










Balas
Lihat komentar