Unisma Panen Doktor, Dorong Percepatan Menuju Kampus Berkelas Dunia

Kampus Universitas Negeri Malang (Unisma) (blok-a.com / Zul)
Kampus Universitas Negeri Malang (Unisma) (blok-a.com/Zul)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) semakin serius meningkatkan kualitas akademik dengan mendorong percepatan studi doktoral bagi para dosennya. Dalam sebulan terakhir, tujuh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) resmi meraih gelar doktor dari salah satu perguruan tinggi negeri di Malang.

Capaian ini bahkan disebut sebagai “musim panen doktor” bagi kampus hijau tersebut. FEB Unisma diketahui membentuk kelas khusus S3 di UM demi mempercepat proses kelulusan dosen.

“Dosen yang kami dorong ini adalah dosen tetap yang ditugaskan kampus untuk melanjutkan studi S3. Jadi, ini memang program percepatan yang kami jalankan secara terencana, bukan kebetulan,” ujar Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi.

Menurutnya, pendidikan lanjutan dosen adalah investasi strategis untuk memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi: pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Semakin tinggi tingkat pendidikan dosen, maka semakin baik pula kualitas pembelajarannya. Penelitiannya lebih bermutu, pengabdiannya lebih berdampak. Semua itu akan bermuara pada peningkatan kualitas institusi,” jelasnya.

Lebih jauh, percepatan doktoralisasi juga membuka jalan bagi jabatan akademik yang lebih tinggi, termasuk peluang meraih profesor. Langkah ini sekaligus menjadi bagian strategi internasionalisasi kampus.

“Salah satu indikator pemeringkatan internasional adalah persentase dosen bergelar doktor. Karena itu, percepatan ini tidak bisa ditawar. Kami ingin saat mendeklarasikan diri sebagai world class university pada tahun 2070, minimal 85 persen dosen Unisma sudah bergelar doktor,” tegasnya.

Saat ini Unisma memiliki sekitar 400 dosen, dengan 60 persen di antaranya telah menyandang gelar doktor. Persentase itu ditargetkan terus naik hingga melampaui 80 persen dalam beberapa dekade ke depan.

Rektor menegaskan, gelar doktor bukan semata simbol akademik, melainkan bekal penting untuk riset inovatif, publikasi internasional, serta kolaborasi global.

“Percepatan ini bukan hanya soal gelar, tetapi tentang daya saing. Target 85 persen dosen bergelar doktor bukan sekadar angka, tapi simbol keseriusan Unisma untuk hadir dan diakui di panggung dunia,” pungkasnya. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com