Terima Tantangan Mentan, UB akan Terapkan Pembelajaran Observasi Lapangan

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat memberikan materi kuliah tamu di Universitas Brawijaya (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat memberikan materi kuliah tamu di Universitas Brawijaya (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, Blok-a.com – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia tantang Universitas Brawijaya untuk terapkan pembelajaran praktek langsung ke lapangan untuk mahasiswa Fakultas Petanian, Rabu (2/11/2022).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo sebagai pemateri kuliah tamu di Universitas Brawijaya dengan tema ketahanan pangan di Indonesia.

Sejalan dengan program Kementan, Limpo sapaan akrabnya, memberikan tantangan untuk Ub agar memberikan kesempatan mahasiswa lebih banyak belajar secara langsung atau praktek lapangan terkait pertanian.

Untuk menjawab permasalahan ketahanan pangan di Indonesia, menurutnya perlu adanya kolaborasi nyata antara pemerintah dan perguruan tinggi.

“Upaya yang makin serius, kemudian berkolaborasi dengan pihak termasuk perguruan tinggi menjadi bagian yang paling penting untuk menjawab tantangan besok,” tuturnya saat ditemui media seusai menghadiri kuliah tamu.

Lebih lanjut, Limpo menyampaikan meskipun dengan adanya neraca pangan Indonesia yang sangat baik, khususnya untuk beras yang memiliki daya tahan yang cukup baik. Walaupun demikian, ia tetap mengantisipasi krisis pangan tersebut dengan upaya upaya yang ada.

Sebab menurutnya, Indonesia memiliki 273 Juta orang yang membutuhkan beras setiap harinya, dengan demikian Kementan akan terus memperhatikan ketahanan pangan.

“Jangan lupa bahwa Indonesia negara besar 270 Juta orang harus makan setia harinya, jadi pertanian tidak boleh main main harus dapat menjadi bantalan utama,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Widodo meyambut baik tantangan tersebut. Ia menyetujui terkait peran perguruan tinggi dapat meningkatkan swasembada pangan Indonesia.

“Pemerintah dan kampus bisa bersinergi meningkatkan swasembada pangan kita, di samping itu juga meningkatkan tarif hidup dari petani,” tutur Widodo.

Tidak hanya itu, Widodo juga mengatakan dengan adanya pembelajaran tersebut akan memebentuk relevansi pendidikan di Universitas Brawijaya.

“Saya kira ini bagus, ini kan seperti kerja profesional mengajarin mahasiswa untuk tidak hanya teori tapi juga praktek langsung di pertanian dan juga tata kelola pertanian termasuk dasarnya perdagangan,” jelasnya.

Terlebih dengan adanya tantangan Kementan, Widodo berharap pembelajaran tersebut dapat menerapkan program pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saya kira ini bagus dan saya harap relevan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” pungkasnya.

(ptu)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com