Kota Malang, blok-a.com – Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar workshop bertajuk From Boredom to Brilliance: Joyful Learning Strategies for PKPBI Classrooms, Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini diikuti para dosen Bahasa Inggris yang akan mengajar Program Khusus Perkuliahan Bahasa Inggris (PKPBI) selama satu tahun ke depan.
Direktur PPB, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, M.A., dalam sambutannya mengatakan bahwa mengajar mahasiswa nonbahasa memiliki tantangan tersendiri.
Menurutnya, pengajar memerlukan strategi yang bukan hanya memudahkan pemahaman materi, tetapi juga meningkatkan antusiasme mahasiswa mengikuti perkuliahan.
Workshop menghadirkan Maria Hidayati, S.S., M.Pd., Ed.D., lulusan program doktor dari Nanyang Technological University, Singapura, yang kini mengajar di Universitas Negeri Malang. Ia dikenal mengembangkan metode pembelajaran bahasa yang aktif, kreatif, dan bermakna.
Maria menjelaskan, konsep joyful learning berbeda dengan sekadar kegiatan yang seru atau lucu (fun). Aktivitas seru memang membuat kelas hidup, namun efeknya cepat hilang.
Sementara pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna mendorong mahasiswa penasaran, bersemangat, dan lebih mudah mengingat materi. Hal ini terjadi ketika mahasiswa dilibatkan dalam menentukan cara belajar, merasa percaya diri, akrab dengan teman, serta belajar dari pengalaman nyata.
Salah satu metode yang dibagikan adalah “Mystery Prompt”, yaitu pertanyaan atau skenario singkat untuk memancing rasa ingin tahu dan mendorong diskusi. Contohnya, dosen bisa memulai pelajaran dengan pertanyaan seperti, “Kenapa ya kalau kita menjelaskan materi kepada teman, kita justru jadi lebih paham?” atau “Mengapa saat ujian kita sering lupa, padahal saat latihan bisa mengerjakan dengan lancar?”
Pertanyaan tersebut membuat mahasiswa terdorong berdiskusi, berpikir kritis, mengasah keberanian berbicara, dan meningkatkan keterampilan bahasa Inggris secara alami.
Materi workshop dinilai relevan untuk PKPBI, yang bertujuan membantu mahasiswa menguasai bahasa Inggris tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga komunikasi sehari-hari. Dosen diajak merancang pembelajaran yang menantang namun tetap menyenangkan, serta mengaitkan keterampilan bahasa dengan pengalaman nyata mahasiswa.
Ketua PKPBI, Dr. Agwin Degaf, M.A., yang menjadi moderator, menyampaikan bahwa pembelajaran dianggap berhasil ketika mahasiswa merasa waktu kuliah berjalan cepat dan tidak sabar menunggu pertemuan berikutnya. Hal ini menjadi indikator suasana belajar yang menarik dan memotivasi.
Kegiatan diakhiri dengan sesi praktik. Para dosen diminta menyusun rencana pembelajaran berisi tujuan, bahan ajar, langkah-langkah pelaksanaan, hasil yang diharapkan, dan metode penilaian.
Rencana tersebut akan digunakan pada perkuliahan PKPBI mendatang dengan harapan mahasiswa terhindar dari kebosanan, lebih termotivasi, dan percaya diri dalam belajar bahasa Inggris.(lio)









