Protes UKT, EM UB Kirim Perlengkapan Pingpong ke Nadiem Makarim

Protes UKT, EM UB Kirim Perlengkapan Pingpong ke Nadiem Makarim

Kota Malang, blok-a.com – Pada hari Jumat (24/5/2024), Eksekutif Mahasiswa (EM) UB Malang mengirim surat terbuka kepada Mendikbudristek Nadiem Makarim.

EM UB melayangkan surat terbuka berisi tuntutan dan desakan pencabutan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 2 Tahun 2024 dan aturan terkait lainnya.  

Surat itu disertai dengan bola dan bet pingpong sebagai simbol “dipingpong” terkait kebijakan UKT. 

EM UB dalam surat terbuka itu juga mengkritik pernyataan bahwa kuliah adalah kebutuhan tersier. Menurut mereka, pendidikan adalah prioritas utama dalam membangun sebuah bangsa.

Karena itu, selain menggunakan surat terbuka bersimbol itu, EM UB 2024 juga merilis video animasi berjudul “Politik Pingpong”. 

Video ini menampilkan Menteri Nadiem Makarim yang bermain pingpong dengan pihak Universitas Brawijaya dan animasi Tjitjik Sri sebagai Sekretaris Dirjen Dikti yang mengatakan “Kuliah adalah Kebutuhan Tersier”.

Dalam suratnya, EM UB meminta Kementerian Pendidikan untuk mencabut pernyataan yang dianggap merendahkan martabat perguruan tinggi.  Intinya, mereka tidak terima dengan aturan dan pernyataan tersebut.

Satria Naufal Putra Ansar Presiden EM UB 2024 mengatakan masalah UKT menjadi rumit karena lempar tanggung jawab antara pihak-pihak terkait. 

“Kami menyederhanakan bahasa politik ini sebagai Politik Pingpong,” ujarnya. 

Pihaknya sering diminta untuk mengadu ke Kemendikbudristek saat berbicara dengan rektorat. Namun, Kemendikbudristek selalu menyalahkan kampus. 

“Sehingga, kami menyimbolkan ini sebagai Politik Pingpong,” kata Satria.

Menurutnya, seharusnya pemerintah dan kampus sama-sama memiliki niat baik untuk menyelesaikan masalah ini. Bantuan keuangan juga terbatas dan tidak mencukupi dibandingkan jumlah yang membutuhkan.

“Seharusnya Pemerintah (Kemendikbudristek RI) dan Kampus (UB) sama-sama memiliki political will dalam menyelesaikan masalah ini. Belum lagi bantuan keuangan yang waktu terbatas dan yang diberikan bantuan sangat terbatas dibanding yang mengajukan” ujar Satria.

Terakhir, Satria berpesan untuk Nadiem Makarim selaku Mendikbudristek RI bahwa jika masih tidak mengindahkan banyaknya perlawanan dari setiap kampus termasuk hari ini. 

Dalam unggahan di Instagram @em_ubofficial, tagar #ReformasiPendidikanTinggi #TurunkanUKTAtauNadiemYangTurun juga turut digaungkan.delapan golongan dan menjadi 12 golongan pada 2024,” tutupnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com