Mahasiswa UNISMA Salurkan Waqaf Al-Qur’an dan Zakat Mal di Desa Pandanajeng

Mahasiswa UNISMA Kelompok 15 menyalurkan waqaf mushaf Al-Qur'an di Desa Pandanajeng (humasunisma)
Mahasiswa UNISMA Kelompok 15 menyalurkan waqaf mushaf Al-Qur'an di Desa Pandanajeng (humasunisma)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Suasana haru menyelimuti Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, ketika rombongan mahasiswa KSM-T UNISMA Kelompok 15 bersama menyalurkan waqaf mushaf Al-Qur’an serta zakat mal.

Selain menyerahkan mushaf ke masjid-masjid desa, mahasiswa KSM-T Unisma Kelompok 15 ini juga menyambangi langsung rumah warga penerima zakat, termasuk seorang bapak tunanetra, untuk memberikan bantuan secara pribadi.

Ketua Kelompok 15 KSM-T UNISMA, Nauval, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program pengabdian mahasiswa, melainkan bentuk nyata kepedulian kepada umat.

“Kami merasa bangga dapat menjadi penghubung dalam kegiatan ini. Semoga Al-Qur’an yang disalurkan mampu memperkuat iman masyarakat, sementara zakat mal yang diterima bisa meringankan beban ekonomi warga,” ujarnya.

Dari pihak Ziswa, Alba menegaskan komitmen lembaganya dalam memastikan penyaluran tepat sasaran. Ia menjelaskan, dengan terjun langsung di lapangan, hal itu bisa melihat kondisi masyarakat secara nyata.

“ Mushaf Al-Qur’an yang kami berikan insyaAllah akan menjadi cahaya bagi jamaah, dan zakat mal ini semoga meringankan beban warga,” jelasnya.

Kepala Dusun Pandanajeng, Sandik, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan desanya masih memiliki banyak keterbatasan.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa UNISMA. Desa kami masih banyak keterbatasan, sehingga bantuan mushaf maupun zakat mal benar-benar sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Di Masjid Al-Muttaqin, salah satu penerima mushaf, Abdullah, mengaku bahagia dengan adanya tambahan Al-Qur’an. Ia meyakini dengan tambahan ini sangat bermanfaat khususnya bagi anak-anak yang tengah belajar membaca Al-Qur’an.

“Selama ini mushaf tidak mencukupi untuk tadarus dan TPQ. Dengan tambahan ini, anak-anak bisa belajar lebih nyaman. InsyaAllah, pahala mengalir bagi semua pihak yang terlibat,” katanya.

Momen paling menyentuh terjadi ketika rombongan mendatangi rumah Sampurno, salah satu warga yang memiliki keistimewaan khusus di RT 13 dan tinggal seorang diri. Dengan suara lirih,Sampurno mengaku bersyukur dengan adanya bantuan ini.

“Saya tidak bisa melihat, tapi saya merasakan kasih sayang Allah lewat kedatangan bapak-ibu dan adik-adik mahasiswa ini. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari saya. Terima kasih, semoga Allah membalas kebaikan semua pihak,” ucapnya.

Kegiatan kemudian ditutup doa bersama, di mana seluruh pihak memohon agar bantuan yang diberikan membawa keberkahan dan manfaat berkelanjutan. Warga pun berharap program serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa di Kabupaten Malang. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com