Kota Malang, blok-a.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang terus melakukan inovasi dalam memperkenalkan sejarah ke siswa-siswi yang ada di Kota Malang.
Terbaru, Disdikbud Kota Malang mengunjungi SMP Negeri 7 Malang, Kecamatan Kedungkandang Kamis (26/9/2024) dalam rangka memperkenalkan koleksi museum Mpu Purwa Kota Malang.
Pamong Budaya Pertama Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Norman Candra Setiansyah mengatakan program ini merupakan inovasi terbaru dari Disdikbud Kota Malang untuk memperkenalkan sejarah kepada masyarakat.
“Pada tahun ini kami rubah polahnya, yang awalnya kami mengundang. Saat ini kami langsung terjun, jadi kami terjun ke sekolah-sekolah secara langsung,” kata Norman Kamis (26/9/2024).

Dalam kegiatan tersebut, Disdikbud Kota Malang memperkenalkan koleksi arca kepada para siswa-siswi SMP Negeri 7 Malang. Norman mengaku puas dengan antusias dari para siswa-siswi.
“Ini hari ke tiga, animonya dari hari pertama sangat bagus dengan adanya kegiatan museum keliling ini. Hari pertama di SDN Cor Jesu tanggal 19 September. Kemudian tanggal 20-nya kami di SMPN 3. Besok kami ada di SDN Bandungrejosari,” terangnya.
Menurut Norman, kegiatan ini merupakan yang pertama di Kota Malang. Ia menambahkan tidak menutup kemungkinan pada tahun 2025 mendatang kegiatan seperti ini akan tetap berlanjut.
“Sebetulnya kalau kegiatan ini di daerah lain itu sudah banyak yang melaksanakan. Akan tetapi untuk yang di Kota Malang, Insya Allah kami yang pertama berkeliling ke sekolah-sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 7 Malang, Nikmatillah berterima kasih kepada Disdikbud Kota Malang. Menurutnya, dengan adanya kegiatan museum keliling seperti ini para siswa-siswi bisa mengenal koleksi sejarah yang ada di Kota Malang.
“Kita mau kesana (museum Mpu Purwa) itu juga terkendala waktu dan biaya ya. Kalau ada kegiatan seperti ini kan otomatis siswa dan siswi kita bisa mengenal,” kata Nikmatillah.
Nikma menambahkan, kegiatan ini diikuti puluhan siswa dan siswi perwakilan dari kelas 7, 8 hingga 9 yang ada di SMPN 7.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, paling tidak pengetahuan itu sudah masuk. Sehingga para siswa juga bisa mengenalkan pada teman-teman yang lainnya,” tandasnya. (mg1/bob)









