Blok-a.com – Tahun ini Indonesia kembali mencetak prestasi membanggakan di olimpiade bergengsi dunia. Enam pelajar terbaik dari Indonesia berhasil membawa pulang empat medali perunggu. Serta dua penghargaan honorable mention dalam kompetisi International Mathematical Olympiad (IMO) 2025.
IMO adalah sebuah kompetisi bergengsi bagi pelajar dunia yang telah digelar selama bertahun-tahun, diikuti lebih dari 600 peserta dari 110 negara. IMO Edisi ke-66 tahun ini digelar di Sunshine Coast, Australia selama 10 hingga 20 Juli 2025 kemarin. Para peserta saling beradu kemampuan matematika tingkat tinggi, mulai dari aljabar, geometri, kombinatorika, hingga teori bilangan.
Pencapaian pelajar Indonesia pada tahun ini mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya. Pada IMO 2024, Indonesia menempati peringkat ke-22 dari 108 negara dengan total skor 141 poin. Sedangkan tahun ini, total skor tim mengalami peningkatan 11 poin daripada tahun sebelumnya. Team leader, Nanang Suryanto dari Universitas Gajah Mada (UGM) mengatakan bahwa perolehan tim olimpiade matematika tahun ini meningkat 4,4%.
“Capaian empat medali perunggu dan dua honorable mention dengan total nilai tim sebesar 11 poin (sekitar 4,4%) dibanding tahun lalu. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki pembinaan dan meningkatkan pencapaian di IMO berikutnya,” ucapnya dikutip dari Detik.com.
Para peraih medali dan penghargaan honorable mention di ajang IMO 2025 berasal dari berbagai sekolah unggulan di Indonesia.
Peraih empat medali perunggu adalah Louis Wilson Gunawan dari SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta, Jesreel Hasiholan Sigalingging dari SMAS Kristen 5 BPK Penabur Jakarta, Raymond Christopher Tanto dari SMAK Kalam Kudus Sukoharjo, serta Janssen Edyth Lim dari SMAK Immanuel Pontianak.
Lalu untuk peraih penghargaan honorable mention, yaitu Leonardo Valerian dari SMA Darma Yudha Riau dan Danica Odelia dari SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong.
Prestasi mereka menjadi bukti bahwa tekad dan semangat pelajar Indonesia juga dapat bersaing secara global, terutama di bidang sains dan matematika. Kemenangan tim Indonesia di IMO 2025 bukan hanya kemenangan individu, namun juga keberhasilan sistem pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan, terutama di sekolah-sekolah tersebut.
Sebelumnya, keenam pelajar tersebut telah melalui pelatihan jangka panjang, termasuk karantina dan simulasi ujian dengan berbagai level kesulitan. Tujuannya adalah untuk memperkuat pemahaman dan membangun mental bertanding yang tangguh. (mg2/gni)
Penulis: Siti Cholifah (Mahasiswi magang STIMATA)








