Wabup Sidoarjo Sidak Pasar Porong, Cek Harga Kebutuhan Pokok dan Fasilitas Penunjang

Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana berintarksi di salah satu lapak pedagang Pasar Porong (foto: ist)
Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana berintarksi di salah satu lapak pedagang Pasar Porong (foto: ist)

Sidoarjo, Blok-a.com – Usai menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga Kecamatan Porong, Ribowo dan Manis, juga warga desa Pamotan, Seger, dan Candi. Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Porong, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan stabilitas harga sembako, serta melakukan pemantauan secara langsung kondisi pasar dihari keenam bulan Ramadan ini.

Dalam sidak tersebut, Wabup Mimik berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga sembako relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan, meski terjadi peningkatan permintaan selama Ramadan.

“Alhamdulillah, sampai hari ini harga kebutuhan pokok masih stabil. Memang ada kenaikan dan penurunan kecil, tetapi masih dalam batas wajar. Insya Allah ketersediaan sembako juga cukup hingga Lebaran nanti,” ujar Mimik.

Selain memantau harga, Wabup Mimik juga menyerap aspirasi dari pedagang dan pengunjung pasar terkait kondisi sarana dan prasarana. Sejumlah pengunjung mengeluhkan kondisi jalan di area pasar yang mulai bergelombang dan dinilai dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengunjung saat beraktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan segera berkoordinasi dengan pengelola pasar dan paguyuban pedagang. Guna mencari solusi terbaik dalam meningkatkan kualitas fasilitas pasar.

“Kondisi Pasar Porong ini perlu perhatian bersama. Kami melihat masih banyak lapak yang kosong dan aktivitas pasar belum begitu ramai. Pemerintah harus hadir untuk mencarikan solusi agar pasar kembali hidup dan diminati masyarakat,” tegasnya.

Mimik juga menyoroti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di luar area pasar yang dinilai turut memengaruhi aktivitas perdagangan di dalam pasar.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan mengkaji penataan kembali, agar aktivitas jual beli dapat berjalan lebih tertata dan merata,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sidak ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memastikan ketersediaan bahan pangan, serta meningkatkan kualitas fasilitas pasar demi kenyamanan pedagang dan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. (fah/gni)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com