Sumenep, blok-a.com – Ternyata, kinerja dan terobosan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam memimpin Sumenep tak bisa diremehkan lagi. Segudang prestasi pun telah disandangnya.
Bahkan keberhasilan Bupati Sumenep dalam memimpin dan mengelola pemerintahan tak hanya dibuktikan dengan berbagai prestasi. Bupati Fauzi juga menunjukkan dengan langkah-langkah politik yang terukur dan kebijakan yang tepat sesuai masterplan.
“Sasarannya kalangan termajinalkan, kaum miskin terentaskan, pengangguran bisa ditekan, dan kesejahteraan masyarakat itu betul-betul bisa dirasakan. Saya ikut senang misalnya ketika harga tembakau mahal,” pungkas Politisi muda PDIP ini.
Semua kebijakan, kata Cak Fauzi biasa dipanggil,_ diterapkan mengacu pada visi, misi dan program yang sudah dicanangkan selama 5 tahun kedepan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
Salah satu kebijakannya yakni penurunan angka kemiskinan pada 2022 menjadi 18,76 persen dibanding 2021 sebesar 20,51 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Sumenep 2022 menunjukkan angka penurunan dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, angka pengangguran terbuka Kabupaten Sumenep 2022 menurun sebesar 1,36 persen. Itu jika dibanding dua tahun sebelumnya yang diatas 2 persen. Yakni 2021 sebesar 2,31 persen dan 2020 mencapai 2,84 persen,” beber Cak Fauzi di sela-sela Upacara Hari Jadi ke-754 Kabupaten Sumenep, di Lapangan Adirasa Kecamatan Kalianget, Selasa (31/10/2023).
Keberhasilan lainnya adalah pertumbuhan ekonomi 2021 setelah wabah Covid-19 di angka 3,1 persen menjadi 5,02 persen pada 2022. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) saat ini di angka 68,87 persen dari sebelumnya 68,07 persen.
Meskipun, pihaknya berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka tidak berpuas diri. Bagi Fauzi, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Perangkat Daerah terus berkomitmen untuk bekerja keras dan cerdas demi memakmurkan masyarakat.
“Apapun keberhasilan program pembangunan sejatinya merupakan kerja sama semua elemen di Kabupaten Sumenep. Berkat gotong royong dan kekompakan membangun daerah di segala sektor sesuai dengan bidangnya masing-masing, akhirnya Sumenep makin maju,” akunya.
Karena itulah, Hari Jadi Kabupaten Sumenep tahun ini bertajuk Sumenep Masa Kejayaan menjadi pemicu motivasi bagi masyarakat untuk lebih maju. Yakni dengan menggali segala potensi baik itu kesenian, kebudayaan, sumber daya alam dan potensi lainnya.
“Keberhasilan yang kita peesembahkan pada Masyarakat Sumenep sebagai bukti kekuatan pentahelix. Demi meningkatkan kemakmuran, kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Sumenep,” ujar Suami Nia Kurnia Fauzi ini. (do)









