Sekda Budiar Siap Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting di Kabupaten Malang

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar Tegaskan Siap Jalankan Target Bupati Malang, HM. Sanusi (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar Tegaskan Siap Jalankan Target Bupati Malang, HM. Sanusi (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Setelah dua tahun lamanya mengalami kekosongan jabatan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang diisi oleh Budiar Anwar. Mantan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) ini dilantik bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Drg. Wieyanto Wijoyo dan 14 Camat serta 2 Direktur RSUD di Kabupaten Malang.

Budiar Anwar menegaskan kesiapannya untuk mengawal seluruh program strategis yang dicanangkan Bupati Malang, HM Sanusi, hingga akhir masa jabatan pada 2029 mendatang.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati, kami hanya siap melayani beliau. Dalam rangka RPJMD 5 tahunan, kami akan mendukung dan mengawal sampai tahun 2029,” tegas Budiar.

Salah satu fokus utama adalah penurunan angka kemiskinan yang saat ini berada di 8,7 persen. Sesuai arahan bupati, targetnya bisa ditekan hingga 5 persen di akhir periode. Selain itu, persoalan stunting juga akan menjadi perhatian serius.

“Nanti OPD teknis akan saya kumpulkan dan saya cek satu per satu terkait data yang benar, yang real. Karena erat kaitannya dengan Dinas Kesehatan, Cipta Karya, Ketahanan Pangan, dan sebagainya. Itu nanti akan kami pantau,” jelasnya.

Selain isu kemiskinan dan stunting, Budiar juga memastikan Pemkab Malang siap mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk Transjatim, pembangunan jalan tol, hingga penataan alun-alun.

“Transjatim sejauh ini sudah ada connecting dari Surabaya ke Malang, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Kami akan siapkan feeder dari Kepanjen ke Kota Malang, supaya lebih optimal,” tambahnya.

Sebagai mantan Kepala Bagian Humas, Budiar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan RPJMD. Ia menyebut konsep pentahelix (pemerintah, swasta, media, akademisi, dan masyarakat) akan dihidupkan agar sinergi semakin kuat.

“Kebetulan saya kan mantan Kabag Humas, jadi pola kerjanya seperti di Kominfo dan Forkopim. Harus ada sinergi pentahelix, termasuk merangkul media agar kerjasama berjalan efektif,” pungkasnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com