Respons Tegas Wakil Wali Kota Blitar Terkait Anggaran Mobil Dinas

Mobil dinas Pajero untuk Wakil Wali Kota Blitar yang diperuntukan sebagai layanan transportasi gratis 24 jam bagi ibu hamil di wilayah Kota Blitar. (blok-a.com/Fajar)
Mobil dinas Pajero untuk Wakil Wali Kota Blitar yang diperuntukan sebagai layanan transportasi gratis 24 jam bagi ibu hamil di wilayah Kota Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, memberikan tanggapan tegas terkait polemik anggaran mobil dinas pejabat daerah.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Rumah Dinas, Jumat (31/10/2025), Elim mengungkapkan bahwa mobil dinas yang telah dibeli melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan dikembalikan dan dialokasikan untuk kepentingan masyarakat, khususnya ibu hamil.

“Mobil dinas ini sudah dibeli, tetapi saya merasa tidak etis jika anggaran tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih besar. Oleh karena itu, saya kembalikan dan persembahkan untuk program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Elim Tyu Samba.

Polemik ini muncul setelah adanya kenaikan anggaran rumah tangga sebesar Rp3,29 miliar, yang sebelumnya diisukan untuk pembelian mobil dinas wakil wali kota.

“Mohon maaf, karena saya tidak dilibatkan saat penganggaran, jadi mohon ditanyakan kepada pihak yang menganggarkan,” ujarnya.

Sementara itu, harga mobil Pajero Sport Dakar Ultimate di pasaran hanya sekitar Rp700 juta. Ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terkait sisa anggaran sebesar Rp2,5 miliar.

Sebagai langkah konkret untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, Elim meluncurkan program “Mobil AG 2 Siaga Bumil.” Program ini bertujuan menyediakan layanan transportasi gratis 24 jam bagi ibu hamil di wilayah Kota Blitar.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap ibu hamil mendapatkan akses transportasi yang aman dan nyaman. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung kesehatan ibu dan anak,” tambahnya.

Elim berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan kesehatan bagi ibu hamil.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan generasi mendatang. Dengan adanya layanan ini, kami berharap dapat mengurangi angka risiko yang dihadapi ibu hamil,” tandasnya.

Dengan langkah ini, Elim berupaya mengubah stigma negatif terkait pengeluaran anggaran untuk mobil dinas, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa setiap kebijakan yang kami ambil harus bermanfaat langsung bagi mereka,” tegasnya.

Melalui inisiatif ini, Elim Tyu Samba tidak hanya merespons tantangan publik, tetapi juga menciptakan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa mobil dinas, yang semula dipandang sebagai simbol kekuasaan, kini bertransformasi menjadi alat yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Blitar.

“Sebagai pemimpin perempuan di Kota Blitar, saya ingin memberikan sentuhan lebih kepada perempuan, yaitu memuliakan ibu hamil melalui program ini,” pungkasnya. (jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com