Pasuruan, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyalurkan berbagai bantuan sosial (Bansos).
Kali ini Bansos yang disalurkan mencakup bantuan pangan, program Rumah Sejahtera Terpadu (RST), serta alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Sebanyak 400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan pangan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp600 ribu.
Sementara itu, program RST diberikan kepada warga miskin ekstrem di empat kelurahan, yakni Kelurahan Kepel, Bugul Kidul, Krampyangan, dan Kebonagung. Penyerahan bantuan ini berlangsung di Gedung Gradika, Selasa (25/03/2025) dan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo.
Wali Kota Adi Wibowo menegaskan pemerintah kota berkomitmen untuk menyalurkan bantuan secara transparan dan tepat sasaran.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kesejahteraan masyarakat. Jika telah menerima bantuan sosial, artinya mereka telah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang memungkinkan adanya intervensi program lainnya,” ujarnya.
Bantuan pangan ini diharapkan dapat meringankan beban warga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sementara itu, program RST bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian warga miskin ekstrem agar lebih layak dan sehat.
Selain itu, Pemkot Pasuruan juga memberikan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, seperti kursi roda dan alat bantu dengar, guna meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup mereka.
Masyarakat yang menerima bantuan sosial ini merasa bersyukur dan berharap program serupa dapat terus berlanjut. Siti Rohmah (45), warga Kelurahan Krampyangan, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami, apalagi menjelang Lebaran. Kami merasa diperhatikan dan terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Senada dengan itu, Mulyono (52), penerima bantuan RST dari Kelurahan Bugul Kidul, mengaku lega karena rumahnya yang sebelumnya tak layak huni kini mendapat perbaikan.
“Rumah saya bocor di sana-sini, lantainya juga masih tanah. Dengan adanya bantuan ini, kami bisa tinggal lebih nyaman dan sehat. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli dengan warga kecil seperti kami,” tuturnya.
Sementara itu, Rina (30), seorang penyandang disabilitas yang menerima kursi roda, mengaku sangat terbantu dengan alat bantu yang diberikan.
“Sebelumnya saya kesulitan untuk beraktivitas sendiri. Dengan kursi roda ini, saya bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada keluarga. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan kami,” katanya.
Tak hanya bantuan sosial, pemerintah juga mengadakan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Langkah ini diambil untuk mendeteksi penyakit sejak dini, sehingga warga dapat memperoleh penanganan medis lebih cepat dan tepat.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan masyarakat. Negara telah menyediakan berbagai program demi kesejahteraan rakyat,” tambah Adi Wibowo.
Pemkot Pasuruan berjanji untuk terus menjalankan program bantuan sosial secara transparan dan akuntabel.
Wali Kota Adi Wibowo juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan berbagai program pemerintah yang telah disediakan.
“Kami akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk program pemberdayaan ekonomi agar semakin banyak warga yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.(rah/lio)









